Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Blueprint Kepemudaan Nasional Jadi Prioritas Kemenpora, Erick Thohir Siapkan Arah Pemuda Indonesia 100 Tahun ke Depan

Bihan Mokodompit • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:06 WIB
Menpora, Erick Thohir. (Dok. Kemenpora)
Menpora, Erick Thohir. (Dok. Kemenpora)

RADARTUBAN – Blueprint Kepemudaan Nasional menjadi salah satu program prioritas yang disiapkan Kemenpora untuk membangun kualitas Pemuda Indonesia hingga 100 tahun ke depan.

Program Blueprint Kepemudaan Nasional disiapkan sebagai pedoman pembangunan generasi muda agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Blueprint Kepemudaan Nasional Disiapkan Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda

Dalam pemaparannya, Menpora Erick Thohir menjelaskan bahwa gagasan penyusunan Blueprint Kepemudaan Nasional sebenarnya sudah disampaikan sejak awal dirinya memimpin Kemenpora.

Menurutnya, penyusunan dokumen tersebut memiliki kaitan erat dengan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

Baca Juga: Menpora Erick Thohir Kecam Keras Kasus Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak Jatim

“Untuk kepemudaan, di pembicaraan awal dengan Komisi X sendiri, bagaimana kita harus mempersiapkan blue print kepemudaan. Kalau Bapak Ibu ingat , pertama kali saya sudah angkat isu itu. Dan Alhamdulillah dari beberapa diskusi dengan pakar yang kita bentuk, kita melihat tahun 2028 adalah peringatan 100 tahun sumpah pemuda, artinya 100 tahun ke depan apa benar strategi kepemudaan kita sama dengan 100 tahun yang lalu. Saya yakin sangat berbeda,” ujar Menpora Erick Thohir.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kemenpora ingin menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, ekonomi, dan perubahan sosial yang akan dihadapi Pemuda Indonesia.

Kemenpora Ingin Bonus Demografi Menjadi Kekuatan Bangsa

Menpora Erick Thohir mengatakan pembangunan karakter generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan nasional.

Data yang dimiliki Kemenpora menunjukkan sekitar 23,8 persen populasi Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa merupakan Pemuda Indonesia.

Selain itu, indeks kepemudaan dinilai masih mengalami perlambatan sehingga diperlukan langkah strategis melalui Blueprint Kepemudaan Nasional.

“Di situlah kenapa sangat diperlukan blue print baru, apalagi dari data-data terbaru sekarang 23,8 persen dari populasi kita itu 64 juta pemuda, dan kalau kita lihat indeks kepemudaan terjadi stagnan atau lambat baseline mengenai kepemudaan. Tentu jangan sampai demografi yang seharusnya menjadi bonus bangsa agar menjadi lebih kuat ke depannya justru malah menjadi kontra produktif karena kita tidak menyiapkan kepemudaan yang kompetitif,” tambah Menpora Erick Thohir.

Melalui Blueprint Kepemudaan Nasional, Kemenpora berharap mampu mencetak Pemuda Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Erick Thohir Angkat Bicara

Anggaran Kepemudaan Diusulkan Naik Hampir Tiga Kali Lipat

Sebagai bentuk keseriusan, Kemenpora juga mengusulkan peningkatan anggaran sektor kepemudaan pada 2027.

Peningkatan anggaran tersebut disebut hampir mencapai tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Menurut Menpora Erick Thohir, pembangunan kepemudaan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya memang tidak dapat dirasakan secara instan.

Ia menilai kualitas Pemuda Indonesia akan menentukan kepemimpinan, inovasi, produktivitas, dan daya saing bangsa pada masa mendatang.

"Untuk itu di anggaran tahun 2027 angka untuk sektor kepemudaaan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mudah-mudahan tidak dikurangi lagi, karena kepemudaan ini menjadi isu yang sepertinya outputnya tidak terlihat tapi akan salah besar jika kita tidak berinvestasi pada sektor kepemudaan kita," pungkas Menpora Erick Thohir.

Usulan peningkatan anggaran tersebut juga menjadi bagian dari strategi Kemenpora dalam menerapkan kebijakan anggaran berbasis manfaat.

Melalui pendekatan tersebut, setiap penggunaan APBN diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kapasitas Pemuda Indonesia.

Dengan hadirnya Blueprint Kepemudaan Nasional, pemerintah berharap pembangunan generasi muda memiliki arah yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Dokumen Blueprint Kepemudaan Nasional juga diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang mampu membawa Indonesia menghadapi tantangan global dalam satu abad mendatang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Blueprint Kepemudaan Nasional Erick Thohir kemenpora