RADARTUBAN — Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) IX Tuban 2026 menghadirkan kejutan besar.
Kontingen Kecamatan Rengel secara mengejutkan tampil impresif sepanjang turnamen sekaligus memastikan diri sebagai juara umum ajang olahraga bergengsi tingkat kabupaten tersebut.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Kecamatan Semanding yang selama beberapa edisi berturut-turut nyaris tak tergoyahkan dalam pucuk klasemen perolehan medali.
Baca Juga: Kerek Bidik Gelar Perdana, Palang Berburu Trofi Kedua di Final Porkab IX Tuban
Tahun ini, penyelenggaraan Porkab menggunakan sistem penilaian baru. Perolehan medali pada cabang olahraga beregu dihitung berdasarkan jumlah atlet yang bermain di lapangan.
Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali per Minggu (2/8) pukul 12.00 WIB, Kontingen Kecamatan Rengel mengoleksi 19 medali emas, 18 perak, dan 13 perunggu dengan total 125 poin. Raihan tersebut membawa Rengel berada di posisi teratas sekaligus memastikan gelar juara umum.
Di bawah Rengel, Kecamatan Tuban membayangi di peringkat kedua setelah mengumpulkan 11 medali emas, 15 perak, dan 34 perunggu dengan total 108 poin. Perolehan medali perunggu di cabor sepak bola memastikan Kecamatan Tuban mengamankan posisi runner up.
Sementara itu Kecamatan Semanding yang biasanya mendominasi turnamen Porkab, harus puas menempati posisi ketiga pada klasemen akhir dengan koleksi 14 medali emas, 12 perak, dan 19 perunggu atau total 99 poin.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tuban M. Emawan Putra menilai perubahan peta persaingan itu menunjukkan meningkatnya kualitas pembinaan olahraga di sejumlah kecamatan.
Menurut dia, format baru mampu membuka peluang lebih besar bagi kontingen yang sebelumnya sulit bersaing dengan kecamatan-kecamatan yang selama ini mendominasi.
"Tahun ini penyelenggaraan Porkab menggunakan format baru yang menghitung perolehan medali berdasarkan jumlah atlet yang bertanding di lapangan. Pertimbangannya untuk meningkatkan semangat atlet sekaligus menghadirkan pertandingan yang lebih kompetitif," ujar Emawan.
Dia menambahkan, sistem tersebut membuat persaingan klasemen menjadi lebih dinamis karena cabang olahraga beregu memiliki kontribusi poin yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Dengan demikian, setiap kecamatan didorong untuk memperkuat kualitas tim, bukan hanya mengandalkan atlet pada nomor perorangan.
"Dengan format seperti ini diharapkan turut serta membuat masing-masing kecamatan berkembang dari segi kekuatan tim sehingga dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi," katanya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban