Tim Asal Pamekasan Kuasai Tiga Tiket Semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 8 Madura

radar tuban digital • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 18:50 WIB
Pemain MAN 2 Pamekasan serangan dari pemain-pemain SMAN 4 Pamekasan di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura di Puri Dewata Mini Soccer Pamekasan, Jumat (25/9). (FAHMI JALIL/RADAR MADURA)
Pemain MAN 2 Pamekasan serangan dari pemain-pemain SMAN 4 Pamekasan di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura di Puri Dewata Mini Soccer Pamekasan, Jumat (25/9). (FAHMI JALIL/RADAR MADURA)

RADARTUBAN - Pamekasan masih menjadi kekuatan utama di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura. Tiga dari empat tiket semifinal berhasil diamankan wakil tuan rumah.

Ketiga tim tersebut yakni SMAN 2 Pamekasan, SMAN 4 Pamekasan, dan SMAN 3 Pamekasan. Satu tiket lainnya menjadi milik SMAN Ambunten Sumenep.

SMAN 2 Pamekasan memastikan langkahnya ke semifinal setelah menundukkan MAN 2 Pamekasan dengan skor 2-1. Pertandingan berlangsung ketat sebelum SMAN 2 memastikan kemenangan dan tiket semifinal.

Tiket berikutnya diamankan SMAN 4 Pamekasan. Mereka mengalahkan SMAN 1 Kedungdung Sampang dengan skor 4-2. SMAN 3 Pamekasan melengkapi dominasi wakil tuan rumah. Mereka menang meyakinkan 3-0 atas SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan.

Sementara itu, SMAN Ambunten Sumenep lolos tanpa pertandingan. SMKN 2 Sampang dinyatakan walk out (WO) karena terlambat hadir sehingga kemenangan menjadi milik SMAN Ambunten. Ketua Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Arif Fathoni mengatakan, persaingan setelah babak delapan besar akan semakin berat. 

Empat tim yang lolos harus segera mempersiapkan diri untuk perebutan tiket final. ”Setelah ini persaingan semakin ketat. Tim yang lolos harus mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun strategi, karena setiap pertandingan akan menentukan langkah menuju juara,” kata dia.

Arif meminta seluruh semifinalis menjaga kondisi pemain dan memanfaatkan waktu persiapan dengan maksimal. Evaluasi dari pertandingan sebelumnya juga penting agar kesalahan yang sama tidak kembali terjadi.

Dia berharap pertandingan semifinal berlangsung lebih menarik. Seluruh tim diminta tetap menjunjung sportivitas meski target untuk mencapai final semakin dekat.

”Semua sudah sampai semifinal. Tinggal bagaimana mereka mempersiapkan diri dan tampil maksimal. Semoga pertandingan berikutnya tetap seru, sportif, dan berjalan lancar,” ujarnya.

Direktur Jawa Pos Radar Madura Abdul Aziz menilai pertandingan babak delapan besar berlangsung kompetitif. Masing-masing tim tampil dengan semangat tinggi untuk mengamankan tiket semifinal.

”Permainannya cukup kompetitif. Anak-anak menunjukkan semangat bertanding yang tinggi dan masing-masing tim berusaha memberikan permainan terbaik,” ujar dia.

Aziz berharap atmosfer pertandingan tetap terjaga pada babak semifinal. Persaingan yang ketat diharapkan tetap berjalan seiring dengan sportivitas antarpemain.

Pengawas pertandingan Abdul Hamid mengatakan, pertandingan delapan besar berlangsung cukup maksimal. Intensitas permainan terlihat tinggi karena setiap tim memiliki target untuk melaju.

”Pertandingan cukup maksimal. Tensinya tinggi dan permainan tim juga sangat kompetitif,” kata Hamid.

Menurut Hamid, tensi permainan dalam turnamen tersebut terasa lebih tinggi dibanding sejumlah kompetisi lainnya. Terlebih, ada Piala Jawa Timur yang diperebutkan dan mini soccer masih tergolong cabang olahraga baru.

”Apalagi ada Piala Jawa Timur yang diperebutkan. Mini soccer juga termasuk cabor baru, sehingga anak-anak terlihat sangat antusias dan tensi bermainnya cukup tinggi,” tegasnya.

Pelatih SMAN Ambunten Sumenep Nur Khalis bersyukur timnya menjadi satu-satunya wakil Sumenep yang mampu menembus semifinal. Bagi timnya, turnamen tersebut juga menjadi pengalaman pertama mengikuti kompetisi mini soccer.

”Puji syukur, SMAN Ambunten menjadi satu-satunya dari Sumenep yang sampai semifinal. Kalau di Sumenep, kami tim sepak bola. Ini baru pertama kali ikut mini soccer,” katanya. Khalis mengakui tekanan cukup terasa karena timnya bermain di kandang lawan. 

Namun, para pemain sudah memiliki pengalaman menghadapi pertandingan persahabatan sehingga mampu mengatasi tekanan tersebut.

”Meski berada di kandang lawan dan banyak tekanan karena budaya mereka sepak bola, pemain sudah punya pengalaman saat persahabatan. Meski ada tekanan, mereka bisa mengatasinya,” ujarnya.

Untuk menghadapi semifinal, Khalis meminta pemainnya tampil tanpa beban. Dia ingin anak asuhnya menikmati pertandingan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan. ”Saya minta kepada pemain agar bermain lepas,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Bahlil Mini Soccer golkar jatim asyik menuju puncak