RADARTUBAN - Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak resmi memasuki zona terakhir. Sebanyak 16 tim SMA/SMK sederajat dari Situbondo dan Banyuwangi mulai berebut tiket menuju putaran final di Surabaya dalam pertandingan Zona 11 yang dibuka di Lapangan Situbondo Mini Soccer, Senin (5/10).
Yang membuat pembukaan zona 11 berbeda adalah para pemain tidak hanya mengenakan jersey kebanggaan sekolah saat mengikuti defile dan kirab. Mereka juga memakai sarung sebagai simbol yang sengaja diangkat untuk menegaskan identitas Situbondo sebagai Kota Santri.
Defile dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dari Jalan Kharisma, Dawuhan, Situbondo, menuju Lapangan Situbondo Mini Soccer di Jalan Melati, Parse, Dawuhan, Kecamatan Situbondo.
Dari sana, semangat kompetisi langsung terasa. Sebanyak 16 tim datang dengan misi yang sama: menjadi yang terbaik di zona 11 dan mengamankan tiket ke putaran final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak di Surabaya.
Pemandangan para pemain muda berjalan dalam kirab dengan jersey sekolah dipadukan sarung menjadi pembuka yang mencuri perhatian. Edy Supriyono, Panitia Pelaksana Bahlil Mini Soccer Zona 11 dari Jawa Pos Radar Situbondo mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat berbeda dari zona lainnya. ”Zona 11 ini memang tampil beda. Kami ingin membumikan semangat religiusitas kepada pemain, karena Situbondo dikenal sebagai Kota Santri,” tutur Edy.
Pertandingan Zona 11 secara resmi dibuka Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim Arif Fathoni. Dia meminta seluruh peserta menjadikan sportivitas dan kejujuran sebagai fondasi utama. ”Di seluruh Jawa Timur ada 11 zona. Dan di Situbondo dan Banyuwangi ini merupakan zona terakhir penyelenggaraan. Kita harus junjung tinggi sportivitas dan kejujuran,” ujar Toni, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, DPD Partai Golkar Jawa Timur berencana menjadikan turnamen mini soccer sebagai agenda tahunan di Jawa Timur. Dengan demikian, Bahlil Mini Soccer tidak berhenti sebagai turnamen sesaat.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio turut hadir dalam pembukaan. Dia menyambut seluruh peserta yang datang bertanding di Situbondo sekaligus berharap turnamen berjalan sukses. ”Semoga acaranya berlangsung sukses. Semoga hajatnya Kabayan (Kancana Bang Yani) juga sukses. Semoga acara olahraga seperti ini diperbanyak,” kata Mas Rio.
Ketua DPD Partai Golkar Situbondo Yani Wijaya Baihaqi menilai turnamen tersebut memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar persaingan meraih prestasi. ”Bahlil Mini Soccer ini bukan hanya perkara prestasi. Ajang ini juga menjadi tempat untuk memupuk silaturahmi antardaerah, menjaga sportivitas, dan membangun kolaborasi,” ujar Yani.
Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi Eva Hestiyawati menambahkan, turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak bukan hanya soal mengejar kemenangan. Turnamen tersebut juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk membangun pengalaman bertanding, persahabatan, dan sportivitas. ”Turnamen ini juga mencari bibit-bibit pemain bola. Kami sangat mendukung event ini sampai tuntas, tegasnya.
Persaingan 16 tim di zona 11 semakin menarik setelah Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso Pranaya Yudha Mahardhika memberikan tambahan hadiah bagi tim juara. Dia menjanjikan uang pembinaan Rp 3 juta untuk tim yang berhasil menjadi juara Zona 11.
”Tim juara akan saya tambahi uang pembinaan Rp 3 juta,” kata dia.
Tambahan hadiah tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain muda yang bertarung membawa nama sekolah.
Namun, hadiah bukan satu-satunya yang diperebutkan. Ada tiket menuju putaran final di Surabaya yang menjadi target utama setiap tim.
Sebanyak delapan pertandingan mewarnai babak penyisihan Zona 11 pada Senin (5/10). SMAN 2 Situbondo vs SMKN 1 Panji, SMKN 1 Kendit vs SMAN 1 Panarukan, dan SMAN 1 Asembagus vs MAN 1 Banyuwangi. Sementara SMKN 1 Wongsorejo vs SMAN 1 Suboh, SMAN 1 Panji vs SMKN 2 Situbondo, SMAN Darussolah Singojuruh vs SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Giri vs SMAN 1 Situbondo, dan SMKN 1 Situbondo vs MAN 2 Situbondo. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni