Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apakah Tren Skincare Berlebihan Lebih Berbahaya daripada Tidak Merawat Kulit Sama Sekali?

radar tuban digital • Sabtu, 7 Desember 2024 | 07:36 WIB

Ilustrasi skincare
Ilustrasi skincare

Ditulis oleh: Nabilah Annisa Thamrin, Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, tren perawatan kulit dan kecantikan telah mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan generasi muda.

Produk-produk skincare dengan berbagai klaim menarik semakin mendo­minasi pasar, didukung oleh promosi dari selebriti hing­ga influencer media sosial. Banyak orang tergoda untuk mencoba berbagai produk atau perawatan tanpa menge­tahui dampaknya pada kesehatan kulit mereka.

Photo
Photo
Fenomena ini sering kali berujung pada kerusakan kulit yang sulit diperbaiki, seperti iritasi, hiperpig­mentasi, atau bahkan alergi kronis.Dokter me­miliki peran penting dalam mengidentifikasi jenis kulit, memahami faktor-faktor yang me­mengaruhinya, dan memberikan penjelasan ilmiah mengenai cara menjaga kesehatan kulit secara optimal.

Melalui sesi konsultasi, pasien mendapatkan solusi sementara untuk masalah kulit mereka juga pengetahuan yang lebih baik tentang bagai­mana menjaga kulit mereka dalam jangka panjang.

Pembahasan
Banyak orang cende­rung mengandalkan rekomen­dasi dari teman, influen­cer, atau bahkan iklan yang tidak selalu relevan de­ngan kondisi kulit mereka.

Akibatnya, peng­gu­naan produk yang tidak sesuai sering kali menyebabkan masalah kulit baru seperti iritasi, jerawat, atau alergi.

Melalui sesi konsultasi, dokter kecantikan dapat membantu pasien me­ngenali jenis kulit mereka, baik itu kering, berminyak, sensitif, atau kombinasi, serta faktor-faktor yang me­menga­ruhinya, seperti usia, lingkungan, dan gaya hidup.

Selain memberikan panduan praktis, kon­sultasi dengan dokter kecantikan juga mem­buka wawasan masya­rakat mengenai penting­nya mengutamakan kesehatan kulit diban­dingkan sekadar menge­jar tren kecantikan.

Da­lam era di mana produk dengan klaim “cepat mencerahkan” atau “menghilangkan jerawat dalam semalam” mendominasi pasar, ba­nyak orang tergoda untuk mencoba berbagai produk secara bersamaan tanpa memper­timbang­kan efek sampingnya.

Dokter kecantikan bertugas memberikan edukasi berbasis ilmiah yang membekali pasien dengan pemahaman lebih dalam tentang risiko penggunaan pro­duk tertentu secara berlebihan. Edukasi ini membantu pasien meng­hindari masalah kulit di masa depan dan mendorong mereka untuk bersikap lebih kritis terhadap klaim produk yang beredar di pasaran.

Tren perawatan kulit yang berlebihan, seperti penggunaan banyak produk dengan bahan aktif atau menjalani treatment invasif tanpa pengawasan profesional, menjadi salah satu penye­bab utama keru­sakan kulit di era modern ini.

Masyarakat sering kali terbawa arus tren yang viral di media sosial tanpa memahami dam­paknya terhadap kese­hatan kulit. Dalam situasi ini, dokter ke­cantikan berperan sebagai pem­bimbing yang mem­bantu pasien memahami ba­tasan aman dalam perawatan kulit.

Edukasi yang diberikan dokter, misalnya, tentang bagaimana cara menggu­nakan bahan aktif seperti retinol, AHA, atau BHA, dapat membantu pasien memahami dosis yang aman dan waktu penggu­naan yang tepat.

Dengan panduan ini, risiko iritasi kulit atau efek samping lainnya dapat diminimal­kan. Dokter memberikan perspektif realistis bahwa perawatan kulit adalah proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, bukan seka­dar hasil instan yang sering dijanjikan oleh tren perawatan tertentu.

Dokter kecantikan membantu mengem­bali­kan fokus masyarakat pada pentingnya men­jaga keseimbangan an­ta­ra keinginan untuk tampil cantik dan kebu­tuhan kulit akan pera­watan yang sehat.

Dalam beberapa kasus, banyak orang tergoda untuk melakukan prosedur yang tidak diperlukan, seperti peeling terlalu sering atau penggunaan alat kecantikan secara berlebihan.

Dengan konsultasi, dokter mam­pu menjelaskan konse­kuensi dari perawatan yang berlebihan tersebut, termasuk risiko keru­sakan kulit permanen.

Melalui pendekatan ini, dokter dapat menjadi penyedia solusi untuk masalah kulit juga seorang pendidik yang membimbing masyarakat untuk membuat keputusan yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam merawat kulit.

Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam memilih perawatan yang sesuai dengan kondisi mereka tanpa perlu terjebak dalam tekanan tren kecantikan yang sering kali berlebihan.

Penutup
Dalam era di mana tren kecantikan berkembang pesat dan informasi tentang skincare semakin mudah diakses, peran dokter kecantikan menjadi sangat penting sebagai pendamping dan pemberi edukasi yang terpercaya. Dokter kecantikan membantu pasien mengenali kebutuhan unik kulit mereka dan memberikan panduan ilmiah tentang penggunaan produk dan perawatan yang tepat.

Dengan adanya sesi konsultasi, masyarakat dapat terhindar dari risiko penggunaan produk yang salah atau perawatan berlebihan yang justru merusak kulit.

Edukasi yang diberikan dokter mendorong ma­syarakat untuk lebih selektif, kritis, dan ber­tanggung jawab dalam memilih produk skincare serta menjalani pera­watan kecantikan.

Ke­sa­daran ini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang dan menghindari dampak negatif dari tren kecan­tikan yang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan kulit individu. (*)

Referensi
Wicaksono, M. A., & Maryana, D. (2021). Pengaruh Fenomena Tren Korean Wave Dalam Perkembangan Fashion Style Di Indonesia. Jurnal Sosial-Politika, 2(2), 74-85.
Rahmawani, P. T. (20­23). Pembentukan Citra Diri dan Perilaku Kon­sumtif dari Penggu­naan Skincare di Kala­ngan Mahasiswi (Doc­toral­dissertation, UIN-Raniry).

Editor : Yudha Satria Aditama
#merawat #kulit #berlebihan #skincare