Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peran Pokdarwis Capung Alas dalam Pengembangan Desa Wisata Pujon Kidul

radar tuban digital • Senin, 6 Januari 2025 | 02:10 WIB
Ilustrsasi desa wisata
Ilustrsasi desa wisata

Desa Wisata Pujon Kidul, yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian banyak pengunjung. Keindahan alamnya, termasuk pegunungan, air terjun, dan ladang pertanian yang subur, menjadikan desa ini memiliki potensi wisata yang besar.

Keberhasilan wisata itu tak lepas dari peran besar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Capung Alas. Sekelompok orang itu berperan penting dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata berbasis komunitas.

Photo
Photo
Pengembangan desa wisata berbasis komunitas, atau Community Based Tourism (CBT), merupakan pendekatan inovatif yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam setiap aspek pengembangan dan pengelolaan pariwisata. Keterlibatan aktif masyarakat lokal sangatlah penting, tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki peran krusial dalam proses pengambilan keputusan dan distribusi manfaat dari kegiatan pariwisata.

Pokdarwis Capung Alas didirikan pada tahun 2014 dengan tujuan untuk meningkatkan potensi wisata di Pujon Kidul. Organisasi ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, petani, dan ibu rumah tangga. Visi dan misi Pokdarwis adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pengembangan, Pokdarwis berupaya menciptakan kesadaran akan pentingnya pariwisata berbasis komunitas.Salah satu dampak positif dari pengembangan desa wisata ini adalah peningkatan pendapatan masyarakat. Sebelum dijadikan desa wisata, pendapatan masyarakat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, setelah pengembangan, banyak peluang usaha baru bermunculan, seperti usaha dagang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Hal ini berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di desa tersebut. Masyarakat menjadi lebih inovatif dalam mengelola hasil pertanian dan peternakan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi.

Dari segi sosial dan budaya, pengembangan desa wisata telah mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata, yang memperkuat ikatan sosial di antara warga. Kegiatan-kegiatan seperti merti dusun dan upacara tradisional semakin sering diadakan sebagai bagian dari promosi budaya lokal kepada pengunjung.

Keberadaan wisatawan juga memungkinkan masyarakat untuk berbagi budaya dan tradisi mereka, sehingga memperkaya pengalaman baik bagi penduduk lokal maupun pengunjung.Namun, pengembangan desa wisata di Pujon Kidul tidak tanpa tantangan.

Kendala dalam pengembangan termasuk kurangnya sumber daya dan keterampilan, keterbatasan akses ke pasar, serta dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, peran pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam memberikan dukungan kebijakan, pendanaan, dan pelatihan.

Secarakeseluruhan, PokdarwisCapung Alas telahberhasilmengubah Desa PujonKiduldarikondisi yang awalnya kurang berkembang menjadi desa mandiri dengan potensi wisata yang signifikan.

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, pengembangan desa wisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan menjaga kelestarian lingkungan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi wisata mereka dengan pendekatan yang berbasis komunitas.(*)

*)Mahasiswi program studi S-1 Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Yudha Satria Aditama
#pokdarwis #pengunjung #Desa Wisata #komunitas #perhatian #Malang #pujon