Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lampu Lalu Lintas Mati dan Jalan Berlubang: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

M. Afiqul Adib • Rabu, 27 Mei 2026 | 14:34 WIB
masalah infrastruktur jalan, risiko dari lampu lalu lintas mati dan jalan berlubang, ( Inna Safa on Unsplash)
masalah infrastruktur jalan, risiko dari lampu lalu lintas mati dan jalan berlubang, ( Inna Safa on Unsplash)

RADARTUBAN - Infrastruktur jalan yang masih sering bermasalah menjadi keluhan banyak pengendara.

Meski jalan adalah fasilitas publik yang vital, kenyataannya masih banyak ditemukan kerusakan yang membahayakan. Dari lampu lalu lintas yang mati hingga jalan berlubang, semua menimbulkan risiko nyata di lapangan.

Lampu lalu lintas mati dan risiko kecelakaan adalah kombinasi berbahaya.

Tanpa pengaturan lalu lintas yang jelas, kendaraan bisa saling berebut jalan. Kondisi ini meningkatkan potensi tabrakan, terutama di persimpangan ramai.

Jalan berlubang yang membahayakan pengendara juga sering ditemui.

Lubang kecil bisa membuat motor oleng, sementara lubang besar bisa merusak kendaraan roda empat. Tidak jarang, kecelakaan terjadi hanya karena pengendara tidak sempat menghindar.

Baca Juga: Setelah Bertahun-tahun Ditunggu, Waze Mulai Hadirkan Penanda Lampu Lalu Lintas

Peran pemerintah dalam perawatan fasilitas publik seharusnya menjadi kunci. Jalan dan lampu lalu lintas adalah tanggung jawab negara, sehingga pemeliharaan rutin wajib dilakukan. Anggaran infrastruktur tidak hanya untuk pembangunan baru, tetapi juga untuk menjaga yang sudah ada.

Pengendara yang tetap harus waspada juga tidak bisa diabaikan. Meski pemerintah punya tanggung jawab, pengguna jalan tetap perlu berhati-hati. Mengurangi kecepatan di area rawan dan memperhatikan kondisi sekitar bisa membantu mengurangi risiko.

Antara kelalaian dan kurangnya pengawasan, masalah ini sering muncul karena sistem pemeliharaan yang tidak konsisten. Ada jalan yang diperbaiki hanya menjelang acara besar atau kunjungan pejabat, sementara sehari-hari dibiarkan rusak.

Keselamatan jalan sebagai tanggung jawab bersama menjadi poin penting. Pemerintah harus menyediakan fasilitas yang layak, sementara masyarakat bisa ikut melaporkan kerusakan agar segera ditangani. Kolaborasi ini bisa mempercepat perbaikan dan mengurangi risiko kecelakaan.

Fenomena lampu lalu lintas mati dan jalan berlubang menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun baru. Perawatan berkelanjutan adalah hal yang sama pentingnya. Tanpa itu, fasilitas publik akan cepat rusak dan membahayakan.

Lebih jauh lagi, masalah ini mencerminkan bagaimana kualitas hidup masyarakat sangat bergantung pada infrastruktur. Jalan yang aman bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal nyawa.

Pada akhirnya, pertanyaan “siapa yang bertanggung jawab?” tidak bisa dijawab dengan satu pihak saja. Pemerintah memang punya kewajiban utama, tetapi masyarakat juga berperan dalam menjaga dan mengawasi. Dengan kerja sama, jalan bisa lebih aman, lampu lalu lintas lebih terawat, dan keselamatan bersama lebih terjamin. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#lampu lalu lintas #fasilitas publik #jalan berlubang #infrastruktur #Kecelakaan