Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Semakin Sulit, Dan Kelas Menengah Menjerit

M. Afiqul Adib • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:08 WIB
kenaikan harga Pertamax, alasan banyak pengendara beralih ke Pertalite. (Mehluli Hikwa on Unsplash)
kenaikan harga Pertamax, alasan banyak pengendara beralih ke Pertalite. (Mehluli Hikwa on Unsplash)

RADARTUBAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6) tentu menjadi sorotan.

Angka ini cukup tinggi dibandingkan harga sebelumnya, sehingga wajar jika banyak pengendara mulai memikirkan ulang pilihan BBM mereka.

Kenapa banyak pengendara beralih ke Pertalite jelas karena faktor harga. Pertalite lebih murah, sehingga terasa lebih ringan di kantong, terutama bagi pengguna kendaraan harian seperti ojek online, pekerja kantoran, atau masyarakat yang mobilitasnya tinggi.

Selisih harga dan pengaruhnya terhadap pilihan konsumen cukup signifikan.

Dengan selisih beberapa ribu rupiah per liter, pengendara yang mengisi penuh tangki kendaraan bisa menghemat puluhan ribu rupiah sekali isi. Dalam jangka panjang, penghematan ini terasa besar, sehingga wajar jika Pertalite menjadi pilihan utama.

Baca Juga: Aneh, Sejumlah SPBU Mendadak Kehabisan Stok Pertamax Setelah Harga Pertamax Mendadak Naik

Antrean SPBU yang berpotensi bertambah menjadi konsekuensi logis. Jika lebih banyak orang beralih ke Pertalite, maka jalur pengisian BBM ini akan semakin padat. SPBU perlu mengantisipasi dengan menambah dispenser atau mengatur alur agar tidak terjadi kemacetan di area pengisian.

Dampak bagi pengguna kendaraan harian cukup terasa. Mereka harus menyesuaikan pengeluaran, mungkin dengan mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting, atau mencari cara lain untuk tetap hemat.

Lalu, apa yang bisa dilakukan pengendara untuk menghemat BBM?

Ada beberapa langkah sederhana: menjaga tekanan ban agar optimal, menghindari akselerasi mendadak, melakukan servis rutin, dan mematikan mesin saat menunggu lama. Kebiasaan kecil ini bisa mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.

Akhirnya, potret daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga energi menunjukkan tantangan besar. BBM adalah kebutuhan dasar yang memengaruhi banyak aspek kehidupan, mulai dari transportasi hingga harga barang.

Kenaikan harga Pertamax bukan hanya soal pilihan BBM, tetapi juga cerminan bagaimana masyarakat harus beradaptasi dengan biaya hidup yang semakin tinggi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kenaikan harga pertamax #bbm #pertalite