Kesempatan mereka bertemu dengan kru redaksi media yang menjadi opinion leader dan market leader di Tuban itu benar-benar dimanfaatkan untuk menggali kehidupan wartawan, bahkan hal yang paling pribadi.
Ketika berbincang santai di lantai tiga kantor Jawa Pos Radar Tuban, Fayyaz bertanya seputar teknis mengolah kata menjadi berita yang menarik dan enak dibaca.
Pertanyaan Putri, santri lain lebih filosofis. ‘’Apa kesuksesan tertinggi wartawan dalam menjalankan profesinya,’’ tutur dia polos.
Ustad Afnan Muhammad Riyadhi, salah satu pendamping santri juga ikut mengorek seputar Kode Etik Jurnalistik yang menjadi tuntunan moral wartawan dalam menjalankan profesinya.
Obrolan pun berlanjut di ruang redaksi media di Jalan Wahidin Sudiro Husodo 59 Tuban tersebut, yang menempati lantai dasar. Sambil melihat langsung aktivitas jurnalis Radar Tuban yang mengetik, mereka bergantian bertanya seputar pengalaman menegangkan dan paling lucu yang dia lami awak media selama liputan. Strategi wartawan menghadapi narasumber yang cuek pun ditanyakan. Juga teknis mengelola website pondok yang baik.
‘’Bagaimana ciri-ciri mengetahui wartawan yang berintegritas?’’ tanya kritis salah satu santri.
Selain di dapur redaksi, para santri juga mendapat bekal dari kru multimedia di ruang podcast. Materinya seputar peranti yang dibutuhkan dalam podcast dan teknis dialog interaktif.
Pemred Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengapresiasi keingintahuan santri Pondok Karangasem seputar dunia jurnalistik.
‘’Ini baru kali pertama, kunjungan jurnalistik yang memberondong redaktur hingga wartawan dengan pertanyaan mendalam. Kita yang selama ini mewawancarai, malah diwawancarai habis-habisan,’’ selorohnya. (ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie