Dia bersyukur pada 2023 sejumlah anak didiknya menoreh prestasi. Di antaranya, juara 1 lomba lari 100 meter dan juara 3 lomba silat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) kabupaten, juara 3 Olimiade Ekonomi di Economy Education Fest Unirow Tuban, serta juara 1 lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) Sejarah Kabupaten Tuban.
‘’Berbagai minat, bakat, dan potensi siswa akan selalu kami dukung,’’ tegasnya.
Lulusan pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengatakan, upaya mencetak generasi berpestasi dimulai dengan mencari bibit sejak penerimaan peserta didik baru (PPDB), memberi pembinaan kepada siswa berbakat, dan memfasilitasi siswa yang ingin berprestasi.
Semua dilakukan agar SMAN 1 Grabagan melahirkan lulusan yang cerdas dan berkarakter baik.
‘’Semoga kelak ada lulusan SMAN 1 Grabagan yang menjadi orang sukses sesuai bidangnya,’’ tegasnya.
Masruri mengatakan, sebagai bentuk syukur atas capaian prestasi dan kelulusan siswa yang seratus persen, SMAN 1 Grabagan menyelenggarakan perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 dan purnasiswa.
Kegiatan yang melibatkan siswa dan guru tersebut mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Grabagan sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi dalam membesarkan lembaga pendidikan.
‘’Diperingati dengan jalan sehat bersama, lalu hiburan yang menyajikan kreativitas siswa-siswi sekolah kami,’’ jelasnya.
Untuk menyambut tahun pelajaran baru 2023/2024, SMAN 1 Grabagan menggelar Workshop Peningkatan Mutu Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Merdeka, Kamis (15/6).
Workshop untuk mematangkan kurikulum baru tersebut menghadirkan pembicara Drs. Mambaul Musofa dan Dra. Muntianah, pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro – Tuban.
‘’Kegiatan workshop ini dalam rangka tahun pelajaran baru,’’ ujarnya.
Lulusan Universitas Negeri Jember (Unej) itu menjelaskan, implementasi Kurikulum Merdeka harus lebih sempurna dari tahun ke tahun.
Mulai tahun ini, kelas X dihadapkan pada pemilihan mata pelajaran sesuai dengan profesi yang diinginkan peserta didik. Misal, siswa yang ingin berprofesi di bidang teknik, maka siswa diarahkan untuk mengambil mata pelajaran yang menunjang pekerjaannya di masa depan.
‘’Bagi siswa yang ingin bidang humaniora atau IPS, juga disiapkan mata pelajaran terkait,’’ tegasnya.
Pemetaan bakat siswa dimulai dengan mengisi angket melalui Google Form terkait minat, bakat, dan profesi yang diimpikan.
Dengan demikian, seluruh bapak/ibu guru bisa mengarahkan dan mendukung peserta didik untuk menggapai impiannya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie