RADAR TUBAN – Belasan siswa tidak mampu asal Tuban yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi maupun tulis (SNBP/SNBT) terancam tidak bisa melanjutkan. Pasalnya, mereka tidak mampu membayar biaya kuliah yang terlalu mahal.
Fenomena memprihatinkan tersebut dibahas dalam pertemuan anggota kelompok kerja kepala (KKM) MAN 1 Tuban, Selasa (27/6) lalu. Wakil Ketua KKM MAN 1 Tuban Riza Sholahuddin Habibi mengatakan, awalnya, para siswa dari keluarga papa itu berharap bisa lanjut kuliah dengan beasiswa bidik misi dari pemerintah pusat. Namun, untuk mendapatkan beasiswa tersebut tidaklah mudah.
‘’Faktanya, banyak siswa kurang mampu yang seharusnya mendapat bantuan justru tidak terkaver beasiswa tersebut. Mereka inilah yang terancam tidak bisa melanjutkan kuliah. Padahal mereka adalah anak-anak yang pintar,’’ ujar Gus Riza—sapaan akrab—Riza Sholahuddin Habibi dalam pertemuan yang berlangsung di MA Salafiyah di Kecamatan Merakurak.
Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Tuban itu menyampaikan, gambaran mahalnya biaya pendidikan yang mengubur cita-cita siswa dari keluarga tidak mampu tersebut, sebenarnya bukan hal baru.
Saban tahun selalu ada. Mahalnya biaya kuliah, ditambah sulitnya mendapatkan beasiswa bidik misi dan semacamnya, membuat siswa mengurungkan niatnya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, meski sudah mendapat jatah kursi dari jalur seleksi.
‘’Setiap tahun selalu ada siswa (yang sudah lolos SNBP-SNBT, Red) mundur dari rencana melanjutkan kuliah karena kesulitan biaya,’’ ungkapnya.
Kepala MA AshShomadiyah Tuban itu mengatakan, persoalan finansial jamak dialami sebagian besar lulusan madrasah di Tuban. Bahkan, sebagian besar sudah menyerah sejak awal dengan tidak ikut seleksi karena merasa tak mampu secara finansial.
‘’Yang seperti ini butuh perhatian dari seluruh pihak,’’ tegasnya.
Harusnya, tegas Gus Riza, sebagai kabupaten yang konon memiliki banyak industri multinasional, pupusnya mimpi siswa untuk melanjutkan kuliah ini tidak sampai terjadi. Karena itu, dia berharap ada campur tangan eksekutif maupun legislatif untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi saban tahun tersebut.
‘’Negara belum hadir di Tuban untuk memenuhi mimpi-mimpi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan,’’ tandasnya. (yud/tok)
----------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Muhammad Azlan Syah