Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

8 SMAN di Tuban Kekurangan Siswa, Total Capai 291 Peserta Didik

Amin Fauzie • Selasa, 4 Juli 2023 | 16:15 WIB
JADI REBUTAN: Siswa-siswi SMAN 2 Tuban saat mengikuti kegiatan di sekolahnya. Tiap tahun, sekolah ini banyak diincar pendaftar. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
JADI REBUTAN: Siswa-siswi SMAN 2 Tuban saat mengikuti kegiatan di sekolahnya. Tiap tahun, sekolah ini banyak diincar pendaftar. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

RADAR TUBAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA resmi ditutup. Berdasarkan hasil rekapitulasi dan validasi data, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro–Tuban memetakan ada delapan SMAN se-Kabupaten Tuban yang masih krisis siswa. Jumlah kekurangannya pun cukup fantastis, mencapai 291 peserta didik. Sebagian besar merupakan sekolah pinggiran.

Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro–Tuban Adi Prayitno mengatakan, setelah dilakukan evaluasi dan validasi data pada PPDB tahap 1, 2, dan 4 jenjang SMA, terdapat delapan SMAN yang masih kekurangan siswa.

Rinciannya, SMAN 1 Bancar (74 siswa), SMAN 1 Kerek (64 siswa), SMAN 1 Senori (32 siswa), SMAN 1 Kenduruan (27 siswa), dan SMAN 1 Grabagan (27 siswa). Berikutnya, SMAN 1 Plumpang (24 siswa), SMAN 1 Bangilan (23 siswa), dan SMAN 1 Montong (20 siswa).

Photo
Photo

Meskipun masih ada banyak SMAN yang kekurangan siswa, Adi memastikan tak akan membuka PPDB susulan. Sekolah tetap akan memulai pembelajaran dengan siswa yang sudah lolos pendaftaran tersebut.

‘’PPDB SMA sudah selesai dan ditutup. Saat ini masih menyisakan PPDB tahap terakhir untuk SMK,’’ terang dia.

Di saat sebagian besar sekolah pinggiran kekurangan siswa, sejumlah sekolah favorit di wilayah perkotaan malah kelebihan siswa. Jumlah pendaftarnya jauh melampaui pagu yang tersedia.

Disampaikan Adi, SMAN 1 Tuban dan SMAN 2 Tuban menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak. Praktis, mereka yang tak lolos secara administratif harus tergeser ke sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal.

‘’Tidak ada PPDB susulan, tapi kami tetap membuka posko PPDB untuk menampung masukan dari orang tua siswa,’’ tegasnya.

Bagaimana jika masih ada siswa yang belum mendapatkan sekolah? Mantan Kacabdin Nganjuk ini menuturkan, bagi siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah negeri bisa mendaftar jalur prestasi nilai akademik SMK yang dibuka hari ini, Selasa (4/7) dan besok (5/7).

Namun, bagi yang ingin melanjutkan ke SMA negeri, kata Adi, orang tua bisa  berkonsultasi ke Cabdin Pendidikan di Bojonegoro atau Tuban untuk mendapatkan informasi kursi di SMA negeri yang masih kekurangan siswa.

‘’Kami bantu untuk tetap kebagian sekolah,’’ tegas dia.

Mantan Kepala SMAN 3 Nganjuk ini mengatakan, kekurangan siswa di delapan SMAN tersebut jangan sampai menjadi polemik. Apalagi, dia mencium di beberapa kecamatan ada perselisihan antara sekolah swasta dan sekolah negeri dalam menggaet calon siswa.

Menurutnya, perselisihan tersebut tak perlu terjadi karena seluruh lembaga pendidikan memiliki tujuan yang sama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

‘’Jika ada persoalan, harusnya diselesaikan secara kultural dan kekeluargaan demi pendidikan Tuban,’’ imbaunya. (yud/tok)

 

----------------------------------------------------------------

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Amin Fauzie
#Tuban #ppdb sma #kekurangan siswa #ppdb