RADAR TUBAN - Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban kembali membuktikan mampu menjawab tantangan global. Salah satunya dengan mengirimkan lulusannya sebagai perawat di luar negeri. Tahun ini, enam lulusan perguruan tinggi kesehatan terbesar di Bumi Wali tersebut diterima sebagai perawat di Rumah Sakit Dr Sulaiman Al Habib, Riyadh, Arab Saudi.
Selasa (4/7), empat dari enam perawat lulusan kampus tersebut dilepas Rektor IIKNU Tuban Dr H Miftahul Munir, SKM, M.Kes, DIE di gedung kampus setempat.
Hadir dalam seremonial pelepasan tersebut Ketua Senat IIKNU Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si, KH Cholilurrohman, dosen senior IIKNU Tuban Drs. Mahfudz, M.Pd, serta empat orang tua lulusan tersebut.
Ketua Senat IIKNU Tuban Noor Nahar Hussein mengatakan, pemberangkatan lulusan IIKNU ke Riyadh, Arab Saudi merupakan yang pertama. Selama ini, kata dia, lulusan kampusnya banyak diterima di sejumlah rumah sakit dan klinik di Jepang, Qatar, Singapura, dan Malaysia.
‘’Untuk di Riyadh ini kontrak kerja pertamanya selama dua tahun,’’ ujarnya.
‘’Dengan mendapatkan pengalaman baru tentunya akan menambah kapasitas diri, baik keilmuan maupun keterampilan,’’ kata dia.
Noor Nahar juga menyampaikan pengalaman di luar negeri tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perawat lulusan IIKNU ke depan. Terutama terkait kedisiplinan yang lebih tinggi serta standar ketepatan dan ketelitian pelayanan kesehatan di luar negeri.
Sepulang ke Tuban, diharapkan mereka bisa menjadi dosen di IIKNU. Atau kalau bekerja pada rumah sakit di tanah dapat membagikan ilmu yang diterima selama di luar negeri tersebut.
‘’Pesan kami sebagai orang tua untuk berhati-hati karena berada di negeri orang. Tetap membawa jati diri kebudayaan kita, tapi juga harus menghormati budaya di sana,’’ pesannya.
Rektor IIKNU Tuban Dr H Miftahul Munir, SKM, M.Kes, DIE mengatakan, diterimanya enam lulusan IIKNU tahun ini ke RS Dr. Sulaiman Al Habib membuktikan bahwa perguruan tinggi yang dinakhodai mampu menjawab tantangan global. Dan, tentu saja mampu bersaing dengan perguruan tinggi yang lebih maju, seperti Unair, Brawijaya dan lainnya.
Munir menerangkan, enam lulusan IIKNU tersebut lolos seleksi yang dibuka rumah sakit tersebut. Mulanya, lulusan prodi perawat yang mengikuti seleksi tersebut berjumlah 13 orang. Dari enam perawat yang diberangkatkan, dua di antaranya masih menyelesaikan visa.
‘’Saat di Arab Saudi nanti, tugas mereka di rumah sakit sebagai perawat,’’ ujarnya.
Setelah dilepas oleh almamaternya, lulusan ini langsung berangkat ke Arab Saudi kemarin. Semua biaya pemberangkatan ditanggung rumah sakit yang menerima.
Kepada perawat lulusan IIKNU yang diberangkatkan, Munir berpesan untuk tetap membawa budaya Nusantara dan menunjukkan Islam yang santun rahmatan lil alamin yang berhaluan annahdliyah. (fud/ds)
----------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Amin Fauzie