RADARTUBAN - Setiap 20 November diperingati sebagai World Children’s Day atau Hari Anak Sedunia.
Merujuk situs resmi United Nations Children’s Fund (UNICEF), Hari Anak Sedunia diperingati sebagai cara untuk mendorong kesadaran dan kebersamaan masyarakat di seluruh dunia untuk menyuarakan dan meningkatkan kesejahteraan dan hak anak-anak.
Di Tuban, sebagian besar masyarakat lebih mengenal Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.
Salah satu peringatannya yakni dengan malam penganugerahan Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) kepada kabupaten/kota yang dinilai bersahabat pada anak.
Sedangkan, Hari Anak Sedunia nyaris tidak pernah diperingati apa pun, termasuk diTuban. Padahal tujuan peringatan tersebut cukup bagus. Salah satunya untuk peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan hak anak.
Meliputi hak inklusi, pendidikan dan kesempatan.
Lantas, bagaimana kondisi pemenuhan hak pendidikan anak di Tuban? Mengacu data Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban pada 2023, sejumlah 4.910 anak sedang mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dengan rincian paket A diikuti 240 peserta didik, paket B (1.404 peserta didik), dan paket C (3.266 peserta didik).
Artinya, hampir 5 ribu anak nyaris putus sekolah dan terancam tak memiliki ijazah jika tidak diikutkan pendidikan kesetaraan atau kejar paket tersebut.
‘’Sebagian besar putus sekolah karena faktor ekonomi yang mengharuskan mereka bekerja saat masih anak-anak,’’ kata Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD PNF) Disdik Tuban Sucandi.
Sucandi menuturkan, saat ini hampir 5 ribu anak sedang mengikuti pendidikan kesetaraan.
Mereka inilah yang putus sekolah dan belum memiliki ijazah karena sejumlah faktor.
Selain faktor ekonomi, juga banyak anak mengikuti pendidikan non formal di pondok pesantren.
‘’Sehingga agar memiliki ijazah pendidikan yang setara, kami dorong diikutkan kejar paket,’’ ungkap dia.
Mantan Kepala SDN Kebonsari 1, Tuban ini mengatakan, saat ini pemkab fokus meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) salah satunya melalui pendidikan.
Sehingga angka putus sekolah terus ditekan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melalui PKBM yang digelar di seluruh kecamatan.
‘’Saat ini kami juga sedang mendata dan mengajak warga lain yang putus sekolah untuk mengikuti PKBM,’’ tegas dia. (fit/yud)
Editor : Amin Fauzie