Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SMAN 2 Tuban Tampilkan Keindahan Budaya Yogyakarta pada Tuban Specta Night Carnival

Yudha Satria Aditama • Senin, 2 September 2024 | 16:35 WIB
Pengantin Yogyakarta dengan tata rias Paes Ageng Jangan Menir.
Pengantin Yogyakarta dengan tata rias Paes Ageng Jangan Menir.

RADARTUBAN - SMAN 2 Tuban hadir dalam Tuban Specta Night Carnival dengan mengu­sung tema Yogya Punya Gawe.

Tampilan tersebut berhasil memukau ribuan penonton dengan rangkaian pertunjukan budaya yang kental dengan nuansa Yogyakarta.

Kepala SMAN 2 Tuban Drs. H. Ilham Basyori menga­takan, dipilihnya tampi­lan khas ala Kota Gudeg itu bertujuan untuk mem­perkenalkan dan me­lestarikan keka­yaan budaya adilu­hung dari Daerah Isti­me­wa Yog­yakarta.

Foto-foto lain klik di sini

‘’Tam­pilan ini se­ka­ligus me­ngedukasi lebih jauh tentang budaya Jawa kepada generasi muda,’’ ungkap dia.

Ilham menjelaskan, se­bagai ibu kota Provinsi Da­erah Isti­mewa Yogyakarta, Kota Pelajar itu terkenal dengan warisan budaya yang kaya dan beragam.

Pada puncak acara peri­ngatan HUT ke 79 Kemer­dekaan RI itu, SMAN 2 Tuban menghadirkan bebe­rapa elemen budaya yang men­cerminkan kehidupan ma­syarakat dan keluarga Keraton Yogyakarta.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Pengantin Yog­yakarta dengan tata rias Paes Ageng Jangan Menir.

Tata rias ini memiliki sejarah panjang, digunakan oleh pengantin putra dan putri Sultan saat prosesi arak-arakan dari Keraton menuju Kepatihan.

‘’Karya seni ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat makna sebagai simbol keagungan masyarakat Jawa,’’ tegas dia.

Selain itu, penonton juga disuguhkan dengan penam­pilan Tari Bedhaya Manten Sangaskara. Tari klasik yang diciptakan oleh Sultan Ha­mengku Buwono IX ini diba­wakan oleh enam penari perempuan.

Menggambar­kan kesiapan dan keman­dirian pengantin putra-putri dalam membangun kehi­dupan baru.

Gerakan yang anggun dan penuh makna ini menjadi salah satu puncak acara yang disambut meriah oleh pe­nonton.

Tidak ketinggalan, acara ini juga menampilkan tradisi Sedekah Bumi, sebuah upacara adat yang melam­bangkan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Dalam tradisi ini, gunungan yang terbuat dari hasil bumi diarak dan kemudian dipere­butkan oleh masyarakat.

‘’Se­bagai simbol kekayaan alam yang dibagikan kepada semua la­pisan masyarakat untuk disyu­kuri bersama-sama,’’ ungkap dia.

Sebagai penutup yang ma­nis, Tari Mangastuti turut me­­meriahkan panggung Spekta Night Carnival. Tari ini meru­pakan ekspresi syu­kur, doa, dan harapan yang dibawakan dengan penuh keceriaan.

Kombinasi gera­kan tari jai­pong, tari klasik, dan gerakan murni lainnya meng­hasilkan se­buah tarian yang indah dan memikat hati penonton.

Berakhirnya kemeriahan tersebut, SMAN 2 Tuban ber­hasil menghadirkan sepotong kecil Yogyakarta di Tuban.

Untuk mempererat hubungan antara tradisi lo­kal dan kebudayaan nasio­nal ‘’Serta menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa,’’ harap Ilham. (yud)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Bedhaya Manten Sangaskara #Tuban Specta Night Carnival #yogyakarta #HUT ke 79 kemerdekaan RI #SMAN 2 Tuban #Sultan Hamengku Buwono IX