RADARTUBAN – Dalam upaya memperkaya wawasan siswa tentang kekayaan budaya Indonesia, SMA Negeri 1 Tuban menampilkan Gorontalo Peninsula dalam gelaran Tuban Specta Night Carnival, Sabtu (31/8).
Kepala SMAN 1 Tuban, Wiwik Widowati mengatakan, Gorontalo, sebuah provinsi yang menyimpan sejuta pesona dan kekayaan budaya patut dikenalkan ke masyarakat luas.
Kekayaan inilah yang telah memikat hati siswa SMA Negeri 1 Tuban untuk menampilkannya dalam pawai budaya dalam rangka HUT ke 79 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.
Pendidik wanita asal Bojonegoro ini menjelaskan, Semenanjung Gorontalo telah terbentuk sejak 1300 tahun lalu dengan Kerajaan Suwawa sebagai kerajaan tertua yang berdiri pada abad ke-8 Masehi.
"Gorontalo memiliki kekayaan budaya yang sangat menarik, mulai dari tarian tradisional, cerita rakyat, hingga tradisi unik seperti Tumbilotohe," ujar Wiwik.
Salah satu tarian khas Gorontalo yang diulas adalah Tari Longgo.
Tarian ini memiliki akar dari seni bela diri dan menggambarkan kegagahan para kesatria.
Selain itu, Gorontalo juga terkenal dengan cerita rakyat Lahilote, yang mengisahkan tentang seorang pemuda tampan yang jatuh cinta pada seorang bidadari.
Cerita ini mengandung nilai-nilai luhur seperti ketekunan, keberanian, dan cinta.
‘’Siswa bisa belajar kearifan lokal untuk memperkuat pendidikan karakter,’’ tegas dia.
Tidak hanya itu, Gorontalo juga memiliki tarian tradisional lainnya seperti Tari Tidi lo O’ayabu yang menggambarkan ketegaran seorang ratu rumah tangga.
Tradisi Tumbilotohe, yaitu menyalakan lampu minyak tanah pada penghujung Ramadhan, juga menjadi daya tarik tersendiri.
Tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam tentang memberikan penerangan dalam kehidupan.
"Dengan adanya tampilan di Tuban Specta Night Carnival ini, diharapkan siswa dapat lebih menghargai keberagaman budaya Indonesia. Selain itu, tampilan ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air pada peserta didik," tambah Wiwik. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama