RADARTUBAN – Sabtu (31/8) ribuan pasang mata dihibur dengan penampilan Tuban Specta Night Carnival.
Salah satu yang paling spektakuler dari SMAN 3 Tuban. Dengan penuh semangat, para siswa menghadirkan kisah legendaris dari Provinsi Kalimantan Timur berjudul Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu.
Penampilan pertama memperlihatkan pasangan tokoh Putri Karang Melenu dan Aji Batara Agung Dewa Sakti, diikuti oleh pasangan Petinggi Hulu Dusun dan Babu Jaruma.
Tak ketinggalan, deretan dayang-dayang serta penari turut memperkaya suasana malam dengan gerakan indah mereka.
Kepala SMAN 3 Tuban Djoko Srijatno, S.Pd., M.Pd mengatakan, penampilan para siswa yang mengangkat legenda tersebut terinspirasi dari kemeriahan Festival Erau di Kalimantan Timur.
Sebuah upacara yang menampilkan replika naga sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul Putri Karang Melenu, permaisuri Raja Pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti.
Keduanya dianggap sebagai leluhur keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dengan kisah yang diliputi misteri dan turun-temurun menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kutai.
Kisah Naga Erau dan Putri Karang Melenu tidak hanya sekadar cerita rakyat, tetapi juga sarat dengan pesan moral.
Melalui penampilan cerita legenda ini, SMAN 3 Tuban mengajak seluruh warga Kabupaten Tuban untuk senantiasa bersyukur dan menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
‘’Cerita ini mengajarkan tentang pentingnya kejujuran dan rasa syukur kepada Sang Pencipta,’’ tegas dia.
Tampilan SMAN 3 Tuban pada Tuban Specta Night Carnival berhasil memukau penonton dengan kisah yang penuh makna.
Sekaligus mengangkat kekayaan budaya Indonesia di panggung lokal.
‘’Semoga para peserta didik SMAN 3 Tuban dapat mengambil pesan untuk menjadi generasi yang jujur dan penuh rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa,’’ harap pendidik yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Tuban tersebut. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama