RADARTUBAN – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah gambaran kondisi lembaga pendidikan sekolah dasar negeri (SDN) di Tuban yang muridnya sedikit.
Lantaran jumlah siswa yang minim, dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima juga sangat sedikit.
Praktis, jangankan membuat banyak inovasi untuk menarik minat siswa. Tidak tekor saja sudah bersyukur. Itu pula yang dialami dan dirasakan Setyo Wahyudi, Kepala Sekolah SDN Sumber, Kecamatan Merakurak.
‘’Kalau siswanya sedikit, dana BOS yang kami dapat juga sedikit,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Sementara itu, terang Wahyudi, untuk mengejar jumlah murid harus banyak melakukan inovasi.
Termasuk memperbaiki infrastruktur serta meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Dan semua itu memerlukan dana yang tidak sedikit.
‘’Kalau seperti ini (dana BOS minim, Red), kan otomatis sulit untuk menarik calon siswa baru. Orang tua tentu memilih sekolah yang berkualitas. Sementara kunci untuk meningkatkan kualitas juga perlu dana,’’ ujarnya.
Meski demikian, Wahyudi tidak lantas menyerah begitu saja. Hanya saja dirinya bersama guru lain harus rela berkorban—menggunakan dana pribadi dan iuran.
‘’Seperti beberapa waktu lalu, demi meningkatkan kualitas sekolah, saya membelikan drumband agar bisa ikut lomba. Alhamdulillah, menang dan bisa branding sekolah,’’ tuturnya.
Diungkapkan dia, hampir saban tahun jumlah murid yang diterima tidak pernah memenuhi pagu.
Dari total kursi kelas 1-6 sebanyak 168 siswa, hanya terisi 92 siswa. ‘’Jadi hanya kurang lebih separo yang terisi,’’ paparnya.
Kendati terbilang masih banyak ketimbang sekolah lain yang jumlah siswanya lebih minim, BOS yang diterima masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Khususnya dalam mengembangkan inovasi dan meningkatkan kualitas sarana-prasarana.
Selain SDN Sumber, di kecamatan yang sama, kondisi serupa juga dialami SDN Sumberejo. Jumlah muridnya tidak sebanding dengan pagu yang tersedia.
‘’Dari pagu yang ditetapkan setiap kelas 28 siswa, dari kelas 1-6 hanya terisi 41 siswa,’’ ujar Wahyudi yang juga Plt Kepala SDN Sumberejo itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Abdul Rakhmat mengamini banyaknya sekolah yang minim siswa tersebut.
Kondisi itu karena persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat. Bahkan, banyak sekolah swasta yang jaraknya berdekatan dengan SD.
‘’Sedangkan semakin lama usia (bangunan, Red) sekolah semakin berkurang. Itu masalahnya,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Rakhmat mengatakan, meskipun permasalahan kekurangan murid sering kali terjadi, tetapi pemerintah tidak tinggal diam.
‘’Kami juga membantu untuk mengatasi hal itu, seperti memberikan bantuan fasilitas, juga dorongan untuk peningkatan kualitas pendidikannya,’’ katanya.
Menurut mantan Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan tersebut, sebagai upaya menarik minat baru dengan meningkatkan mutu pendidikan tidak harus mahal, bisa juga dengan cara-cara sederhana seperti memerhatikan potensi siswa.
‘’Kalau kita tahu potensi siswa, kita latih kemudian diikutkan lomba terus menang, kan juga bisa meningkatkan kualitas sekolah,’’ tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama