RADARTUBAN - Perkumpulan Penyelengara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI) Tuban kini resmi memiliki nakhoda baru.
Kemarin (7/5), pelantikan dan pengukuhan pengurus dilaksanakan di Hall Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Momen sakral itu dihadiri dihadiri oleh seluruh civitas akademik Unirow, Ketua dan Sektetaris PGRI Jawa Timur, Ketua BPLP PT PGRI Pusat, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Ketua PGRI Tuban, serta mitra dunia usaha dan industri.
Momen yang bertepatan dengan peringatan Hari Perjanjian Roem Royen tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus dan Pengawas PPLP-PT PGRI Tuban Pergantian Antar Waktu Masa Bhakti 2021-2026 oleh Sekretaris Pengurus PGRI Jawa Timur, Drs. Edy Wuryanto, M.Pd, MM.
Selanjutnya, pelantikan Pengurus dan Pengawas dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Jawa Timur Dr. Djoko Adi Walujo, ST., MM., Dba.
Kemudian disusul pengukuhan oleh Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (BPLP PT PGRI) Pusat Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, MM. M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Djoko Adi Walujo menyampaikan empat pesan kepada Ketua PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto, SH., S.Pd., M.H., MM., M.Hum yang baru saja dikukuhkan.
Pertama, jangan seperti katak dalam tempurung. Jadi pemimpin harus terbuka dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan.
Kedua, jangan bermain teater karena ini kehidupan nyata, harus berprestasi bagaimana memajukan PGRI dan Universitas PGRI Tuban.
Ketiga, jangan mengikuti pasar, PGRI dan Unirow harus berbeda dan luar biasa. Dan keempat, jangan memenangkan kelompok sendiri.
‘’Unirow harus dibangun dengan sistem meritokrasi, menempatkan sesuai dengan ahlinya,’’ tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPLP PT PGRI Pusat Prof. Supardi juga mewanti-wanti kepada pengurus yang baru.
Ditegaskan, meski sepuluh tahun terakhir Unirow sudah baik, namun tren positif ini harus selalu dijaga.
‘’Adanya PPLP-PT PGRI Tuban untuk apa kalau tidak memajukan Unirow, dipercaya masyarakat, bentuk kepercayaan adalah berminat dengan Unirow,’’ ungkapnya.
Dikatakan Prof Supardi, setelah pengajuan tambahan dua guru besar selasai, maka Unirow akan menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Timur bagian barat yang memiliki Prodi S3.
‘’Segera dirikan Prodi S3,’’ pesannya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, M.Pd. juga menyampaikan pesan yang sama, yakni agar pengurus yang baru selalu amanah dalam menjalankan tugas.
‘’Jangan sampai ada konflik internal. Kami tidak mau mendegar PGRI ada konflik,’’ tegasnya.
Baginya, PGRI merupakan aset strategis pendidikan tinggi di Indonesia.
‘’Membangun perguruan tinggi PGRI harus dimulai dari individu masing-masing melalui klaborasi,’’ katanya.
Atas pesan-pesan di atas, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto menegaskan bahwa jabatan yang diembanya merupakan tangung jawab berat yang harus dijalankan dalam satu tahun ke depan.
Untuk itu, dirinya mengajak kepada semua pihak untuk bersama memajukan pendidikan Unirow.
‘’Ditetapkan menjadi pengurus, tugas berat ini kami emban bersama dan tidak mempunyai makna jika tampa dilakukan bersama,’’ ujarnya.
Disampaikan Jarwoto, kepemimpinannya kali ini akan terus melanjutkan dan meningkatkan apa yang sudah direncanakan dan dicapai oleh pendahulunya.
Dia juga berkomitmen akan melaksanakan keputusan PGRI, baik pusat mapun Jawa Timur.
‘’Saya mohon rektor berkenan kepada kami membangun Unirow sesuai peraturan hukum yang berlaku, melaksanakan apa yang menjadi keputusan PGRI,’’ pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban juga me-launching lima bidang studi PPG baru.
Sebagaimana diketahui, program PPG ini sebenarnya sudah ada sejak 2022.
Pada awalnya, Unirow hanya memiliki dua bidang studi PPG.
Kemudian di awal 2025—berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 61/B/O/2025, Unirow resmi memiliki tujuh Program Studi Pendidikan Profesi Guru.
‘’Kini kita mempunyai bidang studi PPG PG Paud, PGSD, PPKn, PBSI, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Bahasa Inggris,’’ ungkap Rektor Unirow Dr. Warli. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama