Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ratusan Pelajar SMA Negeri Surulangun Demo, Tuntut Kepala Sekolah Diganti karena Diindikasi Korupsi

Dalillah Hizkel Aimy • Rabu, 21 Mei 2025 | 14:37 WIB
Ilustrasi pelajar SMA demo terkait protes kebijakan sekolah.
Ilustrasi pelajar SMA demo terkait protes kebijakan sekolah.

RADARTUBAN - Ratusan siswa SMA Negeri Surulangun yang berlokasi di Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan melakukan aksi demonstrasi di lingkungan sekolah pada Senin pagi (19/5).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dianggap telah lama mengganggu proses belajar mengajar dan kenyamanan siswa di sekolah tersebut.

Dalam aksi yang berlangsung damai namun penuh semangat itu, para pelajar menyampaikan delapan tuntutan utama, dengan fokus utama mendesak agar kepala sekolah segera dicopot dari jabatannya.

Para siswa menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah selama ini dianggap tidak transparan, tidak responsif, dan lalai dalam mengelola berbagai aspek penting dalam operasional sekolah.

Salah satu poin tuntutan yang paling disorot adalah dugaan pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai sangat besar dan tidak masuk akal.

Para siswa mempertanyakan ke mana dana tersebut dialirkan serta menuntut kejelasan mengenai kelanjutannya.

Selain itu, siswa juga mengeluhkan kondisi parkiran sekolah yang tidak layak.

Mereka menyebutkan area parkir panas, becek saat hujan, serta tidak aman karena pernah terjadi kehilangan barang milik siswa.

Keluhan lain yang mencuat adalah kondisi toilet atau WC sekolah yang dinilai sangat tidak memenuhi standar sekolah negeri.

Selain itu, fasilitas sekolah juga disebutkan banyak yang mengalami kerusakan seperti instalasi listrik yang tidak memadai, plafon yang rusak, keramik pecah, hingga banyak jendela yang tidak lagi tersedia.

Para siswa juga menyoroti kebijakan penggunaan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai tidak adil.

Mereka mengungkapkan bahwa hanya sekolah mereka yang mewajibkan penggunaan LKS, dan apabila siswa belum melunasi pembayaran LKS, maka akun ujian mereka akan diblokir.

Tuntutan lainnya adalah keluhan terhadap kepala sekolah yang disebut sering tidak hadir di lingkungan sekolah.

Serta tidak pernah terbuka terhadap aspirasi maupun keluhan siswa-siswi SMA Negeri Surulangun.

Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan yang telah dirasakan siswa selama ini.

Mereka berharap adanya respons cepat dan tindakan nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara maupun pihak terkait lainnya untuk memperbaiki situasi di SMA Negeri Surulangun. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#rusak #dana bantuan #program indonesia pintar #pelajar sma #lks #demo #sumatera selatan #toilet #Musi Rawas Utara #kepala sekolah