RADARTUBAN – Kendati belum akan kepastian kapan dibuka, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) Tuban melalui tim pendamping program keluarga harapan (PKH) mulai melakukan verifikasi calon siswa sekolah rakyat (SR).
Mereka yang diverifikasi berasal dari keluarga tidak mampu.
Kepala Dinsos P3A PMD Tuban Sugeng Purnomo mengatakan, data calon siswa SR yang diverifikasi cukup banyak. Namun, karena kuota awal yang dibutuhkan hanya 70 anak, sehingga tidak semua bisa dikaver.
‘’Meski sudah mengkrucut pada 70 anak, namun ini masih data sementara,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Sugeng, data calon siswa SR tersebut diambil berdasarkan anak usia SMP dan SMA.
Sebab, jenjang yang dibuka baru SMP dan SMA. Sedangkan jenjang SD belum masuk dalam rencana jangka pendek.
‘’Rinciannya, jenjang SMP satu kelas, sedangkan jenjang SMA tiga kelas. Tapi sekali lagi, ini masih rencana awal,’’ terang mantan Camat Kerek itu.
Lantas, kapan SR akan beroperasi? Sugeng belum bisa memastikan.
‘’Soal kapan akan dimulai, itu yang memastikan dari pusat semua,’’ jelasnya.
Rencananya, lokasi SR berada di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban milik Disnakertrans Jatim. Beberapa waktu lalu, lokasi sudah ditinjau dari provinsi.
‘’Nanti hanya tinggal renovasi-renovasi gedung yang ada,’’ bebernya.
Dipilihnya tempat baru tersebut, karena lahan tujuh hektare di Kelurahan Mondokan belum ada bangunan apa pun. Sehingga lebih memilih bangunan yang sudah ada.
‘’Sudah ada koordinasi, bahkan dari dinas tenaga kerja, dinas sosial, dan dinas PU Jatim sudah melakukan kunjungan terkait BLKI menjadi lokas SR,’’ pungkasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama