RADARTUBAN - Tahap pertama Workshop AI for Teacher bagi guru SMK/SMA negeri dan swasta se-Kabupaten Tuban direncanakan digelar Sabtu, 19 Juli mendatang atau 26 hari lagi.
Sampai Senin (23/6) hari ini, tercatat 88 pendidik yang sudah mendaftar mengikuti pelatihan yang diagendakan berlangsung di Aula SMKN 1 Tuban, Jalan Mastrip Tuban.
Peserta workshop terbanyak dari guru SMK negeri. Jumlahnya 82 orang. Disusul pendidik SMK swasta 5 orang dan guru SMAN 1 orang.
Pelatihan tersebut digelar Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Negeri-Swasta se-Kabupaten Tuban.
Pemateri workshop tersebut akademisi pendidikan yang berkompeten, Salimulloh Tegar Sanubarianto.
Dia adalah peneliti ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkantor di Gedung B.J. Habibie, Jl. M.H Thamrin nomor 8, Jakarta Pusat.
Peneliti berlatar pendidikan linguistik ini sehari-harinya merupakan akademisi di tim Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual Universitas Airlangga di (Unair) Surabaya.
Pada workshop tersebut, Salim, panggilannya tidak hanya mengenalkan AI dalam pendidikan.
Dia juga direncanakan mengupas seputar manfaat dan tantangannya dalam dunia pendidikan.
Selain teori, pria yang menyelesaikan pascasarjana linguistik terapan dan ilmu linguistik di Universitas Negeri Yogjakarta dan Unair itu juga akan memberikan materi praktik penggunaan tools AI untuk pendidikan.
Project Officer Workshop AI for Teacher, Dwi Setiyawan berharap pelatihan AI tersebut mampu meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus mendukung proses pembelajaran.
Itu karena setelah menguasai teknologi informasi tersebut, terjadi lompatan kemampuan guru dalam membuat pembelajaran lebih interaktif dan efektif.
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban itu juga menyampaikan, pentingnya guru menguasai AI yang membantu tugas-tugas administrasi dan analisa data siswa.
‘’Teknologi AI juga dapat membantu rencana pembelajaran yang lebih personal dan efektif,’’ ujarnya.
Dwi memastikan pendidik SMK/SMA maupun pendidik madrasah aliyah (MA) yang belum mengikuti workshop tahap pertama, masih berkesempatan mengikuti pelatihan yang sama tahap berikutnya.
Begitu juga bagi pendidik SMP/MTs, SD/MI, dan PAUD.
‘’Kita berencana menyelenggarakan pelatihan ini hingga Desember. Per batch per pertemuan nantinya diikuti sekitar 90 guru,’’ tegasnya.
Dalam pelatihan tersebut, setiap peserta mendapat benefit langganan AI selama satu bulan, modul prompt AI, sertifikat, konsumsi, dan seminar kit.(*)
Editor : Dwi Setiyawan