RADARTUBAN – Kendati belum ada kepastian kapan sekolah rakyat (SR) di Tuban akan dibuka, namun Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban sudah melakukan verifikasi terhadap calon peserta SR.
Dari home visit yang dilakukan dinas terkait, terjaring sebanyak 54 anak dari keluarga tidak mampu menyatakan siap menjadi calon siswa SR.
Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang, bukankah sistem penerimaan murid baru (SPMB) di sekolah reguler sudah berlangsung, dan tahun ajaran baru akan segera dimulai.
Lantas, bagaimana nasib calon peserta SR yang sudah terdata?
Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Penanganan Bencana dan Kepahlawanan (Linjamsos Benwan) Dinsos P3A PMD Tuban Mahendra Yanu Putra Perdana menyampaikan, karena SR belum dibuka, sehingga anak-anak yang terdata sebagai calon peserta SR bisa mendaftar di sekolah reguler terlebih dulu.
Selanjutnya, jika nanti SR sudah dibuka, mereka akan ditawari untuk pindah ke SR. Bagaimana jika mereka enggan untuk pindah?
‘’Nanti akan dicari lagi (calon peserta SR, Red) dari anak-anak yang tidak sekolah untuk menyesuaikan jumlah kuota sebanyak 54 siswa,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan, seleksi calon peserta SR berbeda dengan sekolah reguler yang menggunakan SPMB.
Berdasar tujuan SR, sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).
Karena itu, dibutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan calon peserta SR.
‘’Karena Tuban masuk kategori 1B, sehingga kemungkinan September baru dibuka,’’ katanya merujuk tiga kategori pengoperasian SR, yakni kategori IA dimulai Juli, 1B September, dan 1C menyusul di bulan berikutnya.
Praktis, jika benar SR Tuban baru beroperasi pada September nanti, maka tahun ajarannya akan berbeda dengan sekolah reguler. Mundur kurang lebih tiga bulan.
Jika sesuai dengan rencana, SR Tuban akan dibuka dua rombel untuk SMA dengan konsep asrama.
Sekolah yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ini akan menempati gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban, yang beberapa waktu lalu sudah disurvei oleh Dinas Sosial (Dinsos) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.
‘’Sekarang kami masih terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk rencana pengaktifan SR,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama