Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

MPLS Dimulai 14 Juli 2025, Begini Pesan Kacabdindik Bojonegoro Tuban kepada Guru

Ahmad Atho’illah • Sabtu, 12 Juli 2025 | 22:32 WIB
MPLS tahun ajaran 2025–2026 di Jawa Timur dimulai 14 Juli, Disdik tegaskan kegiatan harus ramah, edukatif, dan bebas bullying.
MPLS tahun ajaran 2025–2026 di Jawa Timur dimulai 14 Juli, Disdik tegaskan kegiatan harus ramah, edukatif, dan bebas bullying.

RADARTUBAN - Libur panjang akan segera usai.

Setelah menuntaskan tahapan sistem penerimaan murid baru, Senin (14/7) besok, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2025-2026 dimulai.

Tahun ini, MPLS dilaksanakan selama lima hari, Senin-Jumat (14-18/7).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban, Hidayat Rahman menyampaikan, merujuk Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2025, masa pengenalan siswa terhadap satuan pendidikan tahun ini mengusung tagline: MLPS Ramah.

‘’Karena itu, kegiatan MPLS harus dilaksanakan dengan sangat menyenangkan, nyaman, mengedukasi, dan tidak ada bulliying,’’ tegas Hidayat—sapaan akrabnya—kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan itu mengatakan, sebagaimana yang diimbau Mendikdasmen Abdul Mu'ti, MPLS bukanlah masa perpeloncoan atau senioritas pada murid baru. Melainkan masa—di mana murid memasuki lingkungan baru dan menjadi lebih baik melalui pendidikan.

‘’Kami mengimbau kepada semua bapak/ibu guru untuk memantau kegiatan MPLS dengan sangat baik. Jangan sampai ada bulliying yang dilakukan senioar kepada siswa baru. Sesuai dengan tagline-nya, kegiatan MPLS harus ramah terhadap anak. Jangan sampai ada kekerasan,’’ pesannya.

Lebih lanjut, Hidayat menyampaikan, tahun ini ada beberapa tambahan materi MPLS yang relate dengan kondisi kiwari.

Yakni, materi tentang bahaya judi dan pinjaman online.

‘’Selain materi pengutan implementasi tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, penguatan kegiatan pagi ceria, penggalian minat, bakat, dan potensi murid, serta beberapa materi lainnya. Tidak kalah penting, adalah materi bahaya pinjol dan judol, serta memanfaatkan digital dengan baik,’’ ujarnya.

Dan agar kegiatan MLPS berjalan dengan sangat baik, terang mantan Kepala SMKN 1 Tuban itu, seluruh guru dan tenaga pendidik di masing-masing satuan pendidikan harus menjadi teladan untuk anak-anak.

Baik teladan secara sikap maupun lisan.

‘’Kita harus menjaga kepercayaan para orang tua/wali murid yang telah memercayakan kepada kita untuk mendidiknya. Dan cara mendidik yang baik adalah dengan teladan yang baik,’’ tandasnya. (tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #lamongan #Bojonegoro #dinas pendidikan #disdik #mpls #tuba #Jawa Timur