RADARTUBAN - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Tiga dosen senior mereka resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana XXX Tahun Mengabdi dari Presiden Republik Indonesia tahun 2025.
Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai pengakuan atas pengabdian panjang dan konsistensi mereka di dunia pendidikan selama lebih dari tiga dekade.
Ketiga dosen yang menerima penghargaan yakni Dr. Tabitha Sri Hartati Wulandari, M.Kes, Dr. H. Djoko Apriono, M.Pd, dan Dr. H. Sukisno, M.Pd.
Mereka berdiri tegak dengan wajah penuh bangga saat menerima langsung penghargaan dari pemerintah pusat.
Rektor Unirow Tuban, Dr. Warli, menyampaikan rasa hormat dan bangga atas pencapaian dosen-dosen terbaik kampusnya.
Menurutnya, penganugerahan Satyalancana XXX Tahun Mengabdi ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa dedikasi, loyalitas, dan ketekunan akan selalu mendapat tempat terhormat.
“Lebih dari 30 tahun bukan waktu yang sebentar. Pengabdian mereka menjadi teladan bagi sivitas akademika Unirow untuk terus berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Warli.
Kampus dengan Tradisi Pengabdian
Unirow Tuban sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Timur yang konsisten melahirkan tenaga pendidik dan profesional.
Tradisi pengabdian panjang dosen-dosennya menjadi salah satu faktor yang menguatkan reputasi kampus ini di tingkat nasional.
Masyarakat luas, khususnya di Bumi Wali Tuban, turut memberikan apresiasi atas penghargaan ini.
Kehadiran tiga sosok akademisi yang total mengabdikan diri menjadi inspirasi nyata bahwa dunia pendidikan masih memiliki banyak pejuang sunyi.
Penghargaan Satyalancana XXX Tahun Mengabdi dari Presiden RI diberikan hanya kepada mereka yang memenuhi kriteria ketat, termasuk loyalitas, integritas, serta rekam jejak pengabdian tanpa cacat.
Fakta bahwa tiga dosen Unirow berhasil meraihnya sekaligus menjadi bukti kualitas sumber daya manusia di kampus tersebut.
Dengan raihan ini, Unirow Tuban kian mantap menyandang predikat sebagai kampus yang tidak hanya Smart Berkualitas, tetapi juga Kampus Berdampak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni