Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Main Roblox Kok Dibilang Nggak Produktif? Nih, Kata Jerome Polin Soal Cara Belajar Gen Alpha!

Siska Yudianti • Jumat, 24 Oktober 2025 | 05:08 WIB
Jerome Polin ubah cara pandang terhadap game
Jerome Polin ubah cara pandang terhadap game

RADARTUBAN — Di tangan Jerome Polin, gim bukan lagi sekadar hiburan. Dari Roblox sampai Minecraft, semuanya bisa jadi ruang belajar — bahkan batu loncatan buat masa depan.

“Kalau anak suka Roblox, jangan langsung dibilang buang waktu. Arahkan saja ke hal produktif,” ujarnya lugas dalam salah satu podcast edukatifnya.

Ya, YouTuber sekaligus edutainer ini memang punya cara beda dalam melihat dunia digital anak Gen Alpha.

Di era ketika main tablet dianggap candu, Jerome justru melihat peluang — pintu menuju kreativitas dan skill nyata.

Baca Juga: Roblox dan Discord Digugat Setelah Adanya Kasus Bunuh Diri Remaja Berusia 15 Tahun

Belajar dari Roblox: Bukan Sekadar Main, Tapi Mencipta

Anak-anak Gen Alpha lahir di tengah dunia yang sudah default online. Dari kecil, mereka sudah terbiasa dengan tablet, AI, dan gim interaktif. Tapi buat Jerome, itu bukan ancaman — justru kesempatan.

“Kalau dulu anak-anak belajar lewat buku, sekarang mereka bisa belajar lewat gim,” katanya.

Di Roblox Studio, anak-anak bisa membuat dunia mereka sendiri dengan Lua Script, bahasa pemrograman sederhana yang melatih logika, kreativitas, dan problem solving.

Dari situ, mereka tanpa sadar belajar berpikir kritis — tanpa harus disuruh menghafal teori coding yang bikin pusing.

Mindset Baru: Dari Gamer Jadi Creator

Jerome percaya, anak-anak hari ini harus didorong jadi creator, bukan sekadar consumer.

“Main boleh, tapi cobalah bikin sesuatu dari apa yang kamu mainkan,” pesannya.

Ia mencontohkan banyak remaja yang kini belajar coding, desain, bahkan bisnis digital karena berawal dari hobi main game.

Pola pikir ini yang ingin ia tanamkan: gim bukan musuh pendidikan, asal ada arah dan pendampingan.

“Kalau anak suka Roblox, arahkan. Siapa tahu nanti dia jadi game developer dari Indonesia,” lanjutnya.

Belajar Tanpa Tekanan, Justru Lebih Efektif

Jerome paham betul, Gen Alpha punya gaya belajar yang berbeda. Mereka cepat bosan, visual banget, dan suka interaktif.

Karena itu, belajar dengan cara lama — duduk diam sambil hafalan — udah nggak relevan.

“Belajar tuh harus fun. Kalau anak duluan suka, skill bakal ngikutin,” ujarnya.

Makanya, Jerome mendorong orang tua untuk lebih fleksibel. Bukan membatasi, tapi mendampingi.

Misalnya, satu jam main, lanjut setengah jam eksplor coding. Seimbang, tapi tetap produktif.

Tips Jerome Polin Buat Orang Tua Gen Alpha

Jerome nggak cuma ngomong — dia kasih panduan praktis biar anak bisa “main sambil mikir”: 

Belajar dari Mana Saja, Termasuk dari Game

Melalui konten YouTube-nya, Jerome terus menegaskan satu hal: belajar bisa dimulai dari mana saja — termasuk dari hobi paling sederhana.

Dari eksperimen sains lucu, tantangan matematika, sampai bahas AI dan coding, semuanya dikemas ringan dan jenaka.

Ia ingin anak-anak Indonesia punya rasa ingin tahu yang sehat terhadap teknologi, bukan takut karenanya.

“Kalau ingin anak kita siap masa depan, jangan larang mereka bermain. Arahkan mereka menciptakan sesuatu dari apa yang mereka mainkan,” tegasnya.

Di dunia yang kadang sibuk menilai, Jerome Polin justru mengingatkan:

“Gim bisa jadi pintu masuk masa depan, asal kita tahu cara membuka kuncinya.”

Dan dari Roblox, siapa tahu lahir coder, desainer, atau inovator besar — yang semuanya berawal dari satu hal kecil: rasa ingin tahu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #gen alpha #Jerome Polin #gim #Roblox