RADARTUBAN – Momen bahagia begitu terasa di Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban, Sabtu (25/10) siang.
Para orang tua wali 281 mahasiswa hadir untuk menyaksikan orang terkasihnya diwisuda dan dilantik di Aula IIKNU Tuban.
Rinciannya, Prodi Gizi 22 wisudawan, Administrasi Kesehatan 20 wisudawan, Kebidanan 25 wisudawan, dan Keperawatan 48 wisudawan.
Sedangkan yang dilantik sebagai Bidan 75 wisudawan dan Ners 91 wisudawan.
Wisuda dan pelantikan VIII IIKNU Tuban tersebut terasa istimewa karena disaksikan langsung Ketua Senat IIKNU Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M. Msi., Wakil Ketua PBNU dr. Syahrizal Syarif, MPH, serta Ketua DPD PPNI Jawa Timur Prof. Dr. H. Nursalam, M.Nurs (Hons).
Foto-foto selengkapnya di sini...
Rektor IIKNU Tuban, Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M.Kes, DIE, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Lulusan IIKNU Tuban bisa menunjukkan kualitasnya di dunia kerja di bidang kesehatan. Hampir semua yang diwisuda kemarin sudah diterima kerja,” ujarnya penuh syukur.
Khusus lulusan Prodi Gizi, kata Munir, semuanya sudah terserap di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tentunya ini membanggakan bagi kampus dan orang tua,” kata dia.
Munir menegaskan, capaian itu bukan kebetulan. IIKNU ikut ambil peran dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan dan gizi nasional.
“Kami ingin terus melahirkan SDM yang dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya.
Ke depan, kampus di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini tak ingin berhenti di situ.
Jaringan kerja sama terus diperluas. Salah satunya dengan Hospital Al-Sultan Abdullah Universitas Teknologi MARA, Malaysia.
“Rumah sakit di Malaysia ini memberikan kesempatan kepada lulusan IIKNU untuk bekerja di sana,” ujarnya.
Tak hanya itu. IIKNU juga bersiap membuka Prodi Kesehatan Kerja dan mini hospital yang nantinya akan melayani pasien pengguna BPJS di tingkat fasilitas kesehatan pertama.
Langkah ini sekaligus menyiapkan tenaga medis yang bisa diserap oleh industri besar di Tuban.
Termasuk proyek Kilang PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) di Jenu.
“Kami ingin berinvestasi untuk Tuban di masa depan dengan berinvestasi melalui pendidikan,” imbuh Munir.
Kepada Bidan dan Ners yang baru dilantik, dia juga berpesan agar segera mengurus Surat Izin Praktik (SIP) supaya tidak terkendala saat membuka praktik mandiri.
Sementara itu, Plt Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D, mengingatkan pentingnya daya saing lulusan di era digital.
“Dengan dunia yang terus bergerak, lulusan IIKNU harus bekerja lebih baik daripada yang lain. Pesan saya, teman-teman wisudawan IIKNU Tuban harus melek literasi digital,” pesannya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama