Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tes Kompetensi Akademik Jadi Tolok Ukur Baru, Bagaimana Manfaat Nyatanya Bagi Siswa?

Bihan Mokodompit • Selasa, 4 November 2025 | 15:05 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SMA/SMK/MA
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SMA/SMK/MA

RADARTUBAN - TKA jadi tolok ukur baru kini menjadi topik hangat di dunia pendidikan Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan mengklaim bahwa Tes Kompetensi Akademik (TKA) bukan sekadar ujian biasa, melainkan alat untuk mengukur pemahaman dan potensi siswa SMA setelah menempuh pendidikan dari kelas X hingga XII.

Menurut keterangan resmi, hasil TKA diharapkan bisa menggambarkan kualitas pembelajaran sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa menegaskan, bahwa TKA ini bukan menentukan kelulusan siswa, tetapi menjadi indikator yang sangat penting dalam seleksi jalur prestasi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Tes ini tidak menentukan kelulusan, tapi sangat menentukan untuk jalur prestasi. Karena jalur ini menjadi bagian penting dalam menentukan standar masuk PTN baik fakultas maupun program studi yang dituju,” kata Khofifah saat memantau hari pertama TKA di Surabaya, Senin (3/11)

Senada dengan Khofifah, Kepala Dinas pendidikan provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melalui TKA ini bisa dektahui sejauh mana potensi anak-anak selama di sekolah.

“Berdasarkan hasil TKA, ini menunjukkan sejauh mana pemahaman dan potensi anak-anak setelah belajar dari kelas X sampai XII,” tutur Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Namun, di balik semangat tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah kebijakan pemerintah ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi pelajar, atau hanya sekadar formalitas administrasi?

Antara Evaluasi dan Formalitas

Kebijakan baru ini memang terlihat ambisius. Pemerintah menegaskan bahwa TKA telah disiapkan jauh hari melalui berbagai simulasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah.

“Ia menambahkan, bahwa pemerintah telah mempersiapkan kebijakan ini jauh hari sebelumnya, termasuk melalui berbagai simulasi dan uji coba di sekolah. Kalau ada yang bilang TKA ini mendadak, sebenarnya sudah direncanakan jauh sebelumnya. Kami sudah lakukan berbagai simulasi dan sosialisasi. Bahkan di sekolah-sekolah, anak-anak sangat antusias mengikuti TKA ini,” pungkas Aries.

Namun, beberapa pengamat pendidikan menilai perlu adanya transparansi dalam pemanfaatan hasil TKA.

Mereka menyoroti bahwa sistem evaluasi nasional seperti ini sering kali berhenti pada laporan, tanpa tindak lanjut yang konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tertinggal.

Menguji Manfaat Nyata bagi Siswa SMA

Meski banyak siswa SMA mengikuti TKA dengan antusias, sebagian lainnya merasa ujian ini belum memberikan dampak langsung terhadap masa depan mereka.

Banyak pelajar menilai, hasil TKA hanya menjadi angka di atas kertas tanpa diikuti program lanjutan yang membantu mereka memperbaiki kemampuan.

Dari sisi kebijakan pemerintah, TKA memang dimaksudkan untuk memetakan kualitas pembelajaran, bukan menentukan kelulusan.

Tetapi jika hasilnya tidak dimanfaatkan secara strategis, potensi perbaikan sistem pendidikan bisa terlewatkan begitu saja.

Refleksi untuk Perbaikan Mutu Pendidikan

Pada akhirnya, TKA Jadi Tolok Ukur Baru ini seharusnya bukan hanya alat penilaian, tetapi juga bahan refleksi untuk memperbaiki kualitas pengajaran dan kurikulum.

Pemerintah perlu memastikan agar setiap data yang dihasilkan dari TKA digunakan secara efektif dalam merancang kebijakan yang lebih berpihak pada pelajar.

Tanpa pemanfaatan nyata, TKA bisa berisiko menjadi rutinitas tahunan tanpa arti.

Jika dijalankan dengan konsisten dan transparan, ujian ini justru dapat menjadi tonggak penting bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, bukan hanya sekadar kebijakan pemerintah di atas kertas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tolok ukur baru #pendidikan indonesia #sma #tka #Tes Kompetensi Akademik