Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Merayakan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI): Momentum Perjuangan dan Profesionalisme

M. Afiqul Adib • Minggu, 23 November 2025 | 22:30 WIB
PGRI lahir pada 25 November 1945, menegaskan peran guru sebagai pejuang bangsa sejak awal kemerdekaan Indonesia.
PGRI lahir pada 25 November 1945, menegaskan peran guru sebagai pejuang bangsa sejak awal kemerdekaan Indonesia.

RADARTUBAN - Setiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tanggal ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda lahirnya organisasi guru terbesar di Indonesia: PGRI, yang dibentuk pada 25 November 1945, hanya beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan.

Sejak awal, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru.

Bukan hanya soal mengajar di kelas, tapi juga memperjuangkan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga kependidikan di seluruh negeri.

PGRI: Lahir dari Semangat Kemerdekaan

PGRI lahir di tengah semangat revolusi.

Guru saat itu tidak hanya berperan sebagai pendidik, tapi juga sebagai pejuang yang ikut menjaga semangat kebangsaan.

Organisasi ini menjadi simbol bahwa pendidikan adalah bagian penting dari perjuangan bangsa.

Dengan berdiri pada 25 November 1945, PGRI menegaskan bahwa guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk membangun Indonesia.

Wadah Perjuangan Guru

Sejak awal, PGRI menjadi wadah:

• Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pelatihan, forum, dan kebijakan.

• Memperjuangkan profesionalisme guru, agar profesi ini dihargai setara dengan profesi lain.

• Menyuarakan aspirasi tenaga kependidikan, terutama dalam hal kesejahteraan dan hak-hak guru.

Guru bukan hanya pengajar, tapi juga penggerak perubahan sosial. Dan PGRI hadir untuk memastikan suara itu terdengar.

Momentum Refleksi

Hari PGRI setiap 25 November bukan hanya perayaan, tapi juga momentum refleksi:

• Apakah kualitas pendidikan kita sudah meningkat sesuai cita-cita?

• Apakah guru sudah mendapat penghargaan yang layak?

• Apakah perjuangan profesionalisme tenaga kependidikan sudah benar-benar terwujud?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting, karena guru adalah fondasi bangsa.

Tanpa guru, tidak ada generasi penerus yang siap menghadapi masa depan.

Hari Persatuan Guru Republik Indonesia adalah pengingat bahwa guru bukan sekadar profesi.

Melainkan pilar utama bangsa. 25 November 1945 menandai lahirnya PGRI, organisasi guru terbesar di Indonesia, yang hingga kini terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan profesionalisme tenaga kependidikan.

Jadi, setiap kali kita memperingati Hari PGRI, mari kita ingat: menghormati guru bukan hanya lewat ucapan, tapi juga lewat kebijakan, kesejahteraan, dan penghargaan nyata. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tenaga pendidik #kemerdekaan #pendidikan #Proklamasi #organisasi #pgri