RADARTUBAN – SMK Negeri 3 Tuban semakin mempertegas sebagai sekolah safety.
Kemarin (25/11), lembaga pendidikan kejuruan yang terletak di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak itu menyelenggarakan Workshop Dasar-Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) di auditorium sekolahnya.
Kegiatan ini didukung penuh oleh PT Pamapersada Nusantara sebagai perusahaan yang memiliki program pembinaan sekolah berbasis keselamatan.
Dalam kegiatan tersebut, pematerinya dari PT Pamapersada Nusantara.
Perusahaan ini memberikan pemahaman soal safety dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pemateri kedua dari perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban yang mengupas kebijakan soal K3LH.
Foto-foto selengkapnya di sini...
Pada kesempatan itu, PT Pamapersada Nusantara memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri dengan nominal Rp 42 juta.
Kepala SMKN 3 Tuban Sholahuddin, ST., M.Si, mengaku bersyukur PT Pamapersada Nusantara menyelenggarakan kegiatan workshop di sekolahnya.
‘’Ini sangat spesial bagi kami, karena berbarengan dengan momen Hari Guru Nasional. Pendampingan K3LH ini kegiatan luar biasa. Ini sesuai dengan program sekolah safety,’’ ujarnya.
Menurut Sholah, SMKN 3 Tuban menjadi sekolah berbasis safety sejak tiga tahun lalu. Karena dalam pelaksanaannya terus berinovasi, pada 2024 lalu sekolah ini menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada Innovative Government Award (IGA) 2024.
Penghargaan diserahkan Kepala Disdik Jatim Aries Agung Paewai.
‘’Ini hasil kerja sama pelaksanaan sekolah berbasis safety di bawah binaan Pamapersada Nusantara,’’ kata dia.
Dia menerangkan, getolnya SMKN 3 Tuban menerapkan sekolah safety dengan tujuan agar alumninya bukan hanya mendapat ijazah, namun juga sertifikat safety yang dikeluarkan dari industri salah satunya perusahaan yang bergelut di bidang tambang ini.
‘’Selain sertifikasi, harapan kami, siswa yang pernah diajari tentang safety bisa menyesuaikan di lingkungan kerja mereka nanti,’’ terangnya.
Selain kerja sama dalam pelaksanaan workshop, ke depan sekolah juga bekerja sama dengan PT Pama untuk distribusi pekerja.
Jadi, ketika membutuhkan tenaga kerja, maka perusahaan ini bisa merekrut siswa SMKN 3 Tuban.
Sholah berharap program ini tidak hanya berdampak bagi para siswa, namun juga sekolah lain di Tuban.
Itu karena sekolah-sekolah tersebut bisa belajar bagaimana mem-branding sebagai sekolah safety.
‘’Ini sekaligus menjadi bukti jika SMKN 3 Tuban sebagai sekolah desa, tapi rasa kota,’’ tegasnya.
Sementara itu, CSR Section Head PT Pamapersada Nusantara Suryadi mengatakan, workshop merupakan salah satu program dari Pama Safe School, yakni program corporate social responsibility (CSR) yang mendukung program Adiwiyata di sekolah yang memiliki program berbasis safety.
‘’Kalau semula SMKN 3 Tuban itu sekolah safety, kini ditambah menjadi sekolah K3LH, agar lebih komprehensif,’’ ujarnya.
Dia menyampaikan, program Pama Safe School ini diselenggarakan pada 17 sekolah.
Dari jumlah tersebut, 16 sekolah berada di Kalimantan dan Sumatera.
Sedangkan di Jawa, SMKN 3 Tuban merupakan satu-satunya sekolah penyelenggara program ini.
‘’Harapan kami, program ini membawa SMKN 3 Tuban yang menyandang status Adiwiyata Nasional bisa naik level menjadi Adiwiyata Mandiri,’’ pungkasnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama