RADARTUBAN – SMA Al Huda Boarding School Tuban (SMALDA) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Sekolah berbasis pesantren tersebut meraih penghargaan bergengsi: Juara 1 Program Terbaik Education for Sustainable Development (ESD) dalam ajang SEAMEO–Japan ESD Awards 2025.
SEAMEO-Japan ESD Awards adalah kompetisi tahunan yang telah digelar sejak 2012.
Kompetisi yang diselenggarakan organisasi Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara (SEAMEO) dan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT), ini diikuti seluruh jenjang sekolah.
Foto-foto selengkapnya di sini...
Acara yang diikuti lembaga pendidikan mulai TK hingga SMA/SMK dari berbagai negara di Asia Tenggara ini mendapat dukungan dari UNESCO.
Kepala SMA Al Huda Boarding School, Imam Bahari Raharja, S.Pd.Gr mengatakan, program tersebut diinisiatori oleh Uswatun Khasanah selaku ketua tim bersama dua guru Qurrotul Ainiyah dan Muhammad Muchlisin serta tiga siswa (Singa Arsyada Wisanggeni Ali, Muhammad Dhiyaurrahman, dan Akmal Zaidan Setiyawan).
Imam menjelaskan bahwa prestasi ini menjadi hasil dari konsistensi sekolah dalam mengembangkan inovasi berbasis pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
‘’Yang dilombakan sebenarnya adalah aktivitas yang sudah biasa dilakukan di sekolah. Tim hanya mendokumentasikan dan membuat laporannya untuk diikutkan lomba," ungkap kepala sekolah muda tersebut.
Dalam kompetisi tersebut, SMALDA menonjolkan program MANGU (Preserving Nature and Local Values for a Resilient and Excellent Generation).
Program yang sudah berjalan sejak 2018 itu membawa misi gerakan pelestarian lingkungan yang mengangkat kearifan lokal masyarakat Tuban.
Program tersebut mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam pembelajaran dan kegiatan siswa.
Salah satu fokus utamanya adalah mengedukasi masyarakat terkait tradisi sedekah laut dan larangan menebang pohon di kawasan Pemandian Bektiharjo.
Jika sebelumnya masyarakat hanya memahami larangan tersebut sebagai mitos, SMALDA hadir memberikan pemahaman ilmiah bahwa menjaga lingkungan merupakan langkah penting dalam mencegah banjir.
‘’Selain itu, melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), SMALDA juga menggerakkan siswa melakukan penanaman mangrove untuk mengurangi risiko bencana pesisir,” ungkap Imam.
Tak hanya itu, siswa SMALDA juga menyajikan inovasi yang berbuah prestasi lain.
Salah satunya pemanfaatan limbah cumi menjadi tas plastik ramah lingkungan yang mendapatkan penghargaan Tubernova Awards.
Imam menuturkan, tujuan utama kompetisi ESD ini adalah meningkatkan kesadaran sekolah tentang pembangunan dan pelestarian lingkungan berkelanjutan.
Selain itu, juga untuk memperluas jejaring pendidikan negara Asia Tenggara dan Jepang untuk mendukung pencapaian SDGs.
Sebagai juara 1, tim dari SMALDA menerima hadiah USD 1.000 atau setara dengan Rp 16 juta. Hadiah diserahkan di Bangkok, Thailand.
Tak hanya itu, satu tim pemenang akan diberangkatkan study visit ke Jepang gratis (meliputi tiket pesawat, akomodasi, transportasi, dan visa).
Prestasi ini menegaskan posisi SMALDA sebagai sekolah yang tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga di garda depan dalam pendidikan lingkungan dan keberlanjutan. (yud)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban