Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Metode GASING Mampu Ubah Siswa Lemah Numerasi Jadi Mahir Berhitung Hanya dalam Dua Minggu

Silva Ayu Triani • Selasa, 9 Desember 2025 | 14:15 WIB

 

Ilustrasi anak tampak gembira setelah berhasil menyelesaikan soal matematika sederhana.
Ilustrasi anak tampak gembira setelah berhasil menyelesaikan soal matematika sederhana.

RADARTUBAN - Indonesia kini tengah berjuang mengatasi krisis numerasi dasar yang melanda siswa di berbagai tingkatan, bahkan hingga jenjang SMP dan SMA.

Namun, sebuah terobosan signifikan datang dari fisikawan ternama, Prof. Yohanes Surya, yang menawarkan solusi melalui metode pembelajaran matematika revolusioner bernama GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).

Metode ini diklaim mampu membuat siswa menguasai operasi dasar hitungan dalam waktu dua minggu.

Hal ini diungkap oleh Prof. Yohanes Surya dalam podcast Friends of Merry Riana yang tayang di kanal YouTube Merry Riana pada Jumat (3/10).

Metode yang digagas oleh ilmuwan yang pernah memimpin tim Olimpiade Fisika Indonesia hingga meraih gelar juara dunia pada 2006 ini, berfokus pada pelatihan yang intensif dan menyenangkan.

Penerapan GASING telah terbukti sukses diterapkan secara masif di 121 kabupaten, mulai dari Papua hingga Toba, mengubah paradigma belajar matematika dari mata pelajaran yang menakutkan menjadi favorit siswa.

Pendekatan GASING dimulai dari level paling dasar dan menggunakan alat bantu konkret sebelum beralih ke konsep abstrak.

Ini memastikan fondasi matematika siswa terbangun kuat dari awal. Siswa tidak dipaksa menghafal rumus, melainkan memahami logika di balik perhitungan.

Keberhasilan metode ini bukan hanya pada siswa, tetapi juga pada pelatihan guru. Sebelum menguasai teknik GASING, para guru dilatih untuk meninggalkan pola mengajar yang keras dan menggantinya dengan pendekatan kasih sayang (compassion).

"Kami ajarkan mengajar dengan hati. Ketika kita memberikan kasih sayang kepada anak, anak itu belajar cepat dan dia merasakan sentuhan," ujar Prof. Yohanes, menjelaskan prinsip utama yang diterapkan kepada ribuan guru yang telah dilatih.

Pelatihan GASING yang dilaksanakan intensif selama dua minggu juga terbukti mampu mengembalikan fokus anak yang hilang akibat paparan gawai (gadget).

Para siswa dilatih keras untuk fokus terhadap materi, tanpa gangguan telepon genggam, yang diyakini Profesor Surya dapat mengatasi masalah hilang fokus atau yang sering disebut brain rot.

Selain meningkatkan kemampuan berhitung, metode ini secara nyata meningkatkan kecerdasan siswa.

Di Tolikara dan Jayawijaya, Papua, anak-anak yang pada awalnya memiliki skor IQ hanya 70, melonjak hingga rata-rata 146 setelah dua tahun pelatihan. Hal ini membuktikan bahwa kecerdasan dapat dibentuk melalui pelatihan yang tepat.

"Saya lihat trennya sudah bagus. Kalau Indonesia ikutin tren ini terus, maka masalah numerasi enggak akan ada masalah. Kali, tambah, kurang, bagi, pecahan itu semuanya tidak sesulit itu," kata Prof. Yohanes.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan masalah literasi dan numerasi dasar dapat teratasi, sehingga siswa bisa menyelesaikan materi pelajaran SD selama enam tahun hanya dalam waktu enam bulan, dan materi SMA selama tiga tahun hanya dalam waktu satu tahun, membuka jalan menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Numerasi #gasing #siswa #matematika #berhitung