RADARTUBAN - Jepang dan Jerman, dua negara maju yang tengah dilanda krisis populasi akibat penurunan angka kelahiran, kini menawarkan program beasiswa penuh untuk warga negara Indonesia (WNI).
Langkah ini menjadi strategi strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga muda di tengah ancaman penuaan penduduk yang kian parah.
Peluang emas ini mencakup biaya kuliah penuh hingga tunjangan hidup, siap menyambut generasi muda Indonesia.
Jepang menghadapi penurunan drastis angka kelahiran, mendorong pemerintah menyediakan Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi.
Program ini terbuka untuk jenjang S1, S2, S3, dengan pendaftaran melalui rekomendasi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia setiap tahun.
Sementara Jerman mencatat angka kelahiran hanya 1 anak per perempuan, memaksa negara itu membutuhkan 400.000 pekerja asing setiap tahunnya, termasuk mengisi 23.304 pekerjaan oleh migran.
Beasiswa MEXT Jepang mencakup biaya kuliah penuh, tiket pesawat pulang-pergi, serta tunjangan hidup bulanan bagi mahasiswa internasional.
Syarat utamanya meliputi prestasi akademik unggul dan batas usia tertentu, ideal bagi pelajar Indonesia yang ingin belajar di universitas negeri Jepang tanpa beban finansial.
Di Jerman, program serupa menawarkan pendidikan gratis sekaligus pengalaman internasional, sejalan dengan kebutuhan tenaga yang cerdas untuk mengisi kekosongan populasi.
Kedua negara ini memandang WNI sebagai solusi potensial melalui pendidikan berkualitas tinggi. Pendaftaran MEXT biasanya dibuka secara berkala melalui jalur kedutaan, sementara Jerman fokus pada kebijakan strategi pendidikan untuk migran terdidik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni