RADARTUBAN - Pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Tuban menjadi perhatian publik.
Itu karena proyek yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026 tersebut memiliki waktu pengerjaan yang relatif terbatas, yakni sekitar delapan bulan.
Gedung SR Terintegrasi 18 Tuban dibangun di atas lahan produktif pertanian seluas 7 hektare milik Pemkab Tuban di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.
Kompleks sekolah tersebut direncanakan terdiri atas beberapa gedung bertingkat.
Keterbatasan waktu pengerjaan menjadi perhatian karena apabila pembangunan tidak selesai sesuai target, pelaksanaan tahun ajaran baru bagi siswa Sekolah Rakyat di Bumi Ronggolawe berpotensi mengalami penundaan.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala SR Terintegrasi 18 Tuban Vera Khairun Nissa berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
Terutama sebelum dimulainya tahun ajaran baru.
“Semoga tidak hanya selesai pada pembangunan fisik, tapi juga sudah bisa langsung dioperasikan,” ujar Vera.
Dia menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat di Tuban dilakukan secara serentak dengan sejumlah daerah lain.
Di Jawa Timur, terdapat 19 daerah yang saat ini juga membangun gedung SR.
“Sekitar 103 daerah lainnya se-Indonesia juga saat ini mulai membangun dan memiliki target sama yakni tuntas pada Agustus mendatang,” jelasnya.
Terkait kapasitas gedung yang diproyeksikan mampu menampung hingga seribu siswa, Vera menyebut bahwa pada tahun ajaran pertama setelah gedung permanen rampung, daya tampung tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan petunjuk dari pemerintah pusat, daerah yang membangun gedung baru SR pada tahun ini ditargetkan hanya menampung sekitar 100 hingga 300 siswa dari tiga jenjang pendidikan.
“Setiap daerah tentu kategori sosialnya berbeda-beda, pastinya diprioritaskan desil 1 dan 2,” ujar Vera.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, pihak sekolah melakukan pemantauan secara berkala terhadap progres pekerjaan di lapangan.
“Setiap hari saya menerima laporan progres lapangan, ada salah satu perwakilan dari SR yang terjun ke lapangan melakukan monitoring setiap saat,” pungkas Vera.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama