RADARTUBAN – SMAN 1 Parengan meneguhkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah atas di Kabupaten Tuban yang konsisten setiap tahunnya mencetak generasi berprestasi.
Momentum tersebut dimaknai dalam peringatan puncak Dies Natalis ke-28 SMAN 1 Parengan yang berlangsung semarak, kemarin (27/1).
Peringatan hari jadi lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Raya Bojonegoro-Jatirogo Km 19 Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan itu menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen sekolah dalam mengembangkan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
Selama 28 tahun berdiri, lembaga pendidikan yang eksis disebut Smapa itu terus tumbuh sebagai institusi pendidikan yang berperan aktif mencetak generasi unggul sekaligus memberi sumbangsih nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Tuban.
Foto-foto selengkapnya di sini...
Pada acara puncak Dies Natalis kemarin, kegiatan dimulai dengan jalan sehat yang diikuti seluruh warga sekolah.
Kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize. Makna simbolis usia ke-28 ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Kepala SMAN 1 Parengan Amirul Faisal Rizza, M. Pd. menyampaikan, berbagai program pengembangan kompetensi siswa dijalankan secara konsisten, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
‘’Terbukti beberapa kali siswa- siswi SMAN 1 Parengan mewakili Tuban di ajang bergengsi. Ekosistem seperti ini pastinya akan terus kami tingkatkan guna mencetak lulusan yang berkompeten dan berdaya saing unggul di masyarakat,'’ ujarnya.
Rangkaian Dies Natalis ke-28 turut menjadi momentum mempererat sinergitas antarlembaga pendidikan di kecamatan setempat melalui berbagai ajang kompetisi lomba yang digelar beberapa pekan terakhir.
Meliputi kompetisi mewarnai jenjang TK/RA dan Smapa Cup Bola Voli jenjang SMP.
Faisal menyampaikan, tak hanya memberikan ruang sarana kompetisi bidang nonakademik, SMAN 1 Parengan juga memberikan sarana literasi budaya kepada para peserta didik melalui penyelenggaraan pergelaran wayang kulit pada Senin (26/1).
‘'Semakin bermakna karena seluruh pengisi pagelaran wayang, mulai dari dalang hingga pengrawit diisi oleh para siswa-siswi terbaik di SMAN 1 Parengan,'’ ujarnya.
Pada penyelenggaraan wayang kulit tersebut, SMAN 1 Parengan juga melibatkan warga sekitar melalui pembukaan bazar UMKM yang digelar di halaman setempat.
‘’Ini kolaborasi antara pengembangan seni budaya dan peningkatan ekonomi. Sinergitas tersebut menjadi modal penting untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama