RADARTUBAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan pemerintah akan membangun ulang sekolah-sekolah yang rusak parah akibat banjir bandang di Aceh Utara.
Komitmen tersebut ditegaskan saat kunjungan kerja ke SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (28/1).
Gedung Sekolah Tak Layak Pakai Usai Banjir Bandang
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye yang mengalami kerusakan total akibat banjir bandang pada November 2025 lalu.
Gedung sekolah dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan akan dirobohkan sepenuhnya sebelum dibangun kembali.
Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Siswa Tanpa Nilai TKA Tetap Mendapat Kesempatan Bisa Masuk PTN
Dibangun Baru Tahun Ini, Dikerjakan TNI AD
Abdul Mu’ti memastikan pembangunan sekolah baru akan dilakukan menggunakan anggaran tahun 2026 dan pelaksanaannya melibatkan TNI Angkatan Darat.
Pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun, sementara para siswa untuk sementara akan mengikuti pembelajaran di sekolah darurat yang telah disiapkan.
Revitalisasi Sekolah Pra-Bencana Sudah Rampung
Selain pembangunan sekolah yang rusak berat, Mendikdasmen juga mengungkapkan bahwa program revitalisasi terhadap 20 sekolah pra-bencana di Aceh Utara telah selesai dilaksanakan.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan fasilitas pendidikan di daerah rawan bencana.
Penanganan Kerusakan Dilakukan Bertahap
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa penanganan kerusakan sekolah dilakukan secara berjenjang.
Untuk kerusakan ringan hingga sedang, perbaikan menjadi tanggung jawab kepala sekolah masing-masing.
Sementara itu, untuk kerusakan berat seperti yang terjadi di Aceh Utara, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemerintah memprioritaskan relokasi serta pembangunan gedung baru.
Pemda Minta Dukungan Sarana Pendidikan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aceh Utara Jamaluddin menyampaikan permintaan tambahan bantuan berupa alat tulis, seragam, dan furnitur sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Mu’ti berjanji akan menyalurkan bantuan secara bertahap melalui Kemendikdasmen agar proses pembelajaran siswa tetap berjalan tanpa hambatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni