RADARTUBAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban mencatat animo yang nyaris sempurna dalam tahap pendaftaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sejak periode pendaftaran dibuka pada 19 Januari lalu sampai 28 Februari, hingga kemarin (2/2), sebanyak 10.583 siswa dari total 10.600 biodata siswa yang resmi terdaftar sebagai peserta. Artinya, hanya sisa 17 siswa yang belum mendaftar.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Disdik Tuban Siswo Suwarko menegaskan, meski TKA bersifat tidak wajib, pihaknya terus mendorong agar seluruh siswa untuk berpartisipasi dalam asesmen terstandar ini.
‘’Insyaallah, hampir semua siswa dan lembaga sekolah akan mengikuti TKA,” ujarnya optimistis.
Namun, di balik optimisme tersebut, Siswo tidak menampik adanya kendala teknis yang kemungkinan terjadi di lapangan.
Dia memprediksi akan ada sekolah yang harus menumpang ke lembaga lain akibat keterbatasan fasilitas penunjang.
Hal tersebut merupakan dampak dari dihapuskannya Ujian Nasional (UN) selama beberapa tahun terakhir yang menyebabkan alat-alat di laboratorium komputer tidak dimanfaatkan secara maksimal.
‘’Karena selama ini kan tidak ada ujian nasional, jadi pemanfaatan alat-alatnya tidak lagi semaksimal dulu. Perangkat yang lama tidak dipakai tentu perlu kembalikan lagi fungsinya,” tegasnya.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai sekolah mana saja yang akan menumpang.
Namun, Siswo memastikan, bahwa koordinasi telah dilakukan sejak berlangsung tahapan sosialisasi.
Dia menekankan, bahwa sekolah yang memiliki kendala infrastruktur harus segera melapor untuk mendapat tindak lanjut peminjaman fasilitas sebelum pelaksanaan utama TKA.
Mereka juga harus koordinasi jadwal dan sesi agar tidak saling mengganggu pelaksanaan.
‘’Lagi pula, nanti yang akan dipakai hanya satu atau dua ruang saja. Anak-anak juga akan dikondisikan agar terkonsentrasi di ruang-ruang tersebut selama pelaksanaan TKA,” imbuh Plt Sekretaris Disdik Tuban itu.
Bahkan, untuk menyiasati kekurangan perangkat, siswa diperbolehkan membawa laptop pribadi.
Sementara sekolah yang akan menumpang disarankan mencari sekolah lain dengan lokasi terdekat untuk efisiensi mobilitas.
Siswo menekankan, hasil TKA yang memiliki nilai strategis bagi masa depan siswa.
Bagi siwa yang gagal di jalur prestasi akademik maupun nonakademik, hasil TKA menjadi alternatif jalur melanjutkan sekolah.
Bahkan, pemerintah berencana menjadikan TKA sebagai jalur rekrutmen kerja seperti TNI dan Polri, sehingga benar-benar bermanfaat bagi masa depan siswa. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama