RADARTUBAN – Bagi sebagian orang, menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, khususnya di Inggris (UK), masih terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau.
Padahal, peluang tersebut sebenarnya terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kemauan kuat dan berani mencoba berbagai jalur yang tersedia.
Pengalaman Alumnus University of Brighton
Hal tersebut disampaikan oleh Wulan Koagauw, alumnus University of Brighton di Inggris, yang kini berkarier sebagai peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ia membagikan pengalamannya saat menghadiri Malam Penganugerahan UK Alumni Awards di Jakarta Selatan, Jumat (6/2).
Baca Juga: Dampak Media Sosial terhadap Dunia Perkuliahan: Tinjauan Literatur
Keberanian Jadi Kunci Utama
Menurut Wulan, langkah paling penting bagi siapa pun yang ingin kuliah di UK adalah keberanian untuk mencoba.
“Jangan pernah hentikan keinginan kita untuk mencoba,” ujarnya.
Rasa Minder Jadi Penghambat
Ia menilai, banyak orang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan studi ke luar negeri, namun justru terhambat oleh rasa minder dan kurang percaya diri.
“Banyak yang sebenarnya ingin, tapi terhalang oleh diri sendiri. Kalau menurut saya, coba saja dulu,” tambahnya.
Persiapan Kuliah di Luar Negeri
Wulan menjelaskan, persiapan untuk kuliah di luar negeri pada dasarnya memiliki standar yang sama, seperti penguasaan bahasa asing, menentukan jurusan yang sesuai, serta menyesuaikan dengan kebutuhan bidang studi di negara tujuan.
Peluang Selalu Ada bagi yang Mencoba
Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa kunci utama tetap terletak pada keberanian untuk mencoba.
Menurutnya, orang yang tidak pernah mencoba, peluangnya otomatis menjadi nol persen.
“Pada saat kita apply, kemungkinannya 50-50. Jadi kita coba saja dulu,” pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni