RADARTUBAN – Pendidikan tidak pernah berjalan di tempat. Standar global terus bergerak, tuntutan kompetensi makin kompleks, dan dunia menunggu generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.
Di tengah arus itu, sekolah-sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) memilih untuk tidak sekadar bertahan, melainkan melompat lebih jauh.
Melalui unggahan akun Instagram @nucreativemedia, NU memperlihatkan langkah konkret dengan menerapkan Kurikulum Cambridge di sejumlah sekolah unggulan.
Tujuannya jelas: mencetak generasi yang kuat secara spiritual, namun tetap kompetitif secara global.
Baca Juga: Libur Awal Ramadan 2026 Dimulai 18 Februari, Ini Jadwal Lengkap Sekolah dan Idul Fitri
Lima Sekolah, Satu Arah: Pendidikan Kelas Dunia
Dalam unggahan tersebut, disebutkan lima sekolah NU yang telah mengadopsi standar internasional, yakni:
Sekolah Khadijah – Surabaya
MI Muslimat NU Pucang – Sidoarjo
SD Nahdlatul Ulama-1 Trate – Gresik
SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT – Jombang
Sekolah Sabilillah – Malang
Kelima sekolah ini menjadi representasi bahwa lembaga pendidikan berbasis keagamaan tidak alergi terhadap inovasi global.
Justru sebaliknya, NU menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman.
Kurikulum Cambridge dan Tantangan Nyata Pendidikan
Kurikulum Cambridge dikenal luas dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan internasional. Standar ini tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses berpikir siswa.
Masuknya kurikulum tersebut ke sekolah NU menjadi langkah strategis.
Di satu sisi, siswa dibekali kemampuan akademik bertaraf global.
Di sisi lain, nilai-nilai IMTAQ tetap menjadi pondasi yang tidak tergeser.
Inilah pembeda utama sekolah NU: mengejar mutu tanpa mencabut akar.
Baca Juga: Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama: Refleksi Sejarah dan Peran NU di Era Modern
IPTEK dan IMTAQ, Bukan Sekadar Slogan
Unggahan @nucreativemedia menegaskan pentingnya keseimbangan antara IPTEK dan IMTAQ demi kemajuan bangsa.
Pernyataan ini bukan jargon kosong. Dalam praktiknya, sekolah NU memosisikan ilmu pengetahuan sebagai alat, dan nilai spiritual sebagai kompas.
Di tengah realitas pendidikan yang kerap terjebak pada angka dan peringkat, pendekatan ini menawarkan jalan tengah: prestasi akademik yang beriringan dengan pembentukan karakter.
NU dan Masa Depan Pendidikan Indonesia
Langkah NU menerapkan Kurikulum Cambridge juga bisa dibaca sebagai pesan kuat: pendidikan Islam tidak boleh terpinggirkan dalam peta global.
Justru dengan fondasi tradisi yang kokoh, sekolah NU memiliki modal sosial dan moral yang besar untuk bersaing.
Ketika santri mampu berbicara dalam bahasa global tanpa kehilangan identitasnya, di situlah pendidikan menemukan maknanya.
NU sedang membangun generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi siap memimpin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni