RADARTUBAN – Tidak seperti kepesertaan jenjang SMP yang mencatatkan partisipasi 100 persen, tercatat sebanyak 46 siswa sekolah dasar (SD) di Tuban memilih absen dan tidak mendaftarkan diri sebagai peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Puluhan siswa tersebut dipastikan tidak ikut ambil bagian setelah pendaftaran resmi ditutup serentak pada 28 Februari lalu.
Meski angka partisipasi menembus 99,58 persen, total pendaftar yang seharusnya 10.991 dari 569 SD negeri dan swasta, hanya 10.945 siswa yang telah masuk dan terdata dalam daftar kepesertaan.
Kepala Bidang Pengelola Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Tuban Mokhamad Nurdin menegaskan, absennya puluhan siswa tersebut bukan lantaran rendahnya motivasi belajar dan bersaing.
Berdasarkan hasil kroscek dan komunikasi dengan pihak sekolah, mayoritas peserta didik yang tidak dapat mengikuti ujian terstandar ini terkendala kondisi fisik dan kebutuhan khusus.
‘’Rata-rata karena sakit atau anak berkebutuhan khusus (ABK) yang kondisinya memang tidak memungkinkan untuk mengikuti ujian ini,” ungkap Nurdin kepada Jawa Pos Radar Tuban ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3).
Nurdin menggarisbawahi, meski TKA tidak diwajibkan dan bukan menjadi syarat kelulusan siswa, antusiasme sekolah dan siswa tetap tergolong tinggi.
Baginya, angka 10.945 pendaftar adalah modal besar bagi lembaga pendidikan untuk melakukan evaluasi guna memetakan mutu pendidikan pada masing-masing sekolah.
Selain itu, mode soal berbasis high order thinking skills (HOTS) akan menguji nalar kritis tingkat tinggi pada siswa, bukan hanya menguji pemahaman serta pengetahuan dasar dengan tipe soal literasi numerasi berpilihan ganda dan pilihan ganda majemuk.
Terkait dengan tingkat kesulitan soal, pihaknya optimis bahwa siswa tidak akan mengalami kendala berarti.
Sebab, peserta didik tingkat akhir telah terbiasa dengan model soal literasi numerasi yang sebelumnya telah diterapkan dalam pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANKB) di tahun-tahun sebelumnya.
Dengan adanya TKA ini, mantan kepala SDN Kebonsari 2 Tuban itu berharap siswa kembali termotivasi untuk belajar dan bersaing secara sehat untuk mendapatkan nilai terbaik.
Menurut Nurdin, motivasi untuk bersaing secara sehat itu penting agar siswa tidak santai-santai saja. Begitu pula dengan orang tua yang mendorong anak-anaknya untuk lebih giat belajar. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama