Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat Tuban Ditunda, Tunggu Juknis dari Pusat

Andreyan (An) • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:30 WIB

 

Siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tampak bersemangat mengikuti pembelajaran di komplek lembaga pendidikan yang berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban.
Siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tampak bersemangat mengikuti pembelajaran di komplek lembaga pendidikan yang berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban.

RADARTUBAN – Penjaringan calon siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban sebelumnya sempat diwacanakan akan bergulir pada awal Maret ini.

Alih-alih mulai ada pergerakan, rencana pemetaan calon peserta didik baru itu dipastikan mundur.

Kepastian tersebut diungkapkan Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nissa. Jajarannya bersama tim Program Keluarga Harapan (PKH) sebetulnya berencana akan memulai membidik calon peserta didik baru pada Maret ini. Hanya saja, rencana itu ditunda.

‘’Ada beberapa pertimbangan yang membuat rencana penjaringan calon siswa akhirnya diundur, salah satunya ihwal juknis,’’ bebernya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (9/3).

Vera menyampaikan, hingga saat ini juknis yang baru diterimanya adalah terkait kuota calon peserta didik baru SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban. Kuota jenjang SD sebanyak 100 siswa, SMP 100 siswa, dan SMA 100 siswa. Masing-masing jenjang akan dibagi menjadi 4 rombel.

‘’Sempat ada rencana jika untuk calon siswa baru pada tahun ajaran mendatang per rombelnya berjumlah 30 siswa. Persoalannya, jika kuota yang diberikan 100 siswa tiap jenjang pasti akan ada salah satu rombel yang jumlahnya tidak ideal,’’ beber dia.

Tenaga pendidik asal Rembang, Jateng itu menilai jika mengacu skema rombel yang direncanakan menjadi 30 siswa per kelasnya, harusnya kuota per jenjang idealnya 120 siswa, jika ingin setiap kelasnya jumlah siswanya merata.

‘’Rencana mengenai 30 rombel harusnya bisa dikaji lagi, kami memilih menunggu petunjuk dari pusat. Khawatir jika sudah telanjur jalan melakukan penjaringan calon siswa baru, di tengah jalan ada perubahan lagi,’’ tuturnya.

Selain pertimbangan menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, kata Vera, pihaknya juga tengah menunggu kesiapan gedung baru yang saat ini tengah dibangun di wilayah Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.

‘’Pastinya kesiapan bangunan baru juga menjadi pertimbangan. Sebab, jika sudah telanjur menjaring siswa baru, tapi sarpras belum siap maka akan menjadi persoalan baru nantinya,’’ jelasnya.

Mantan guru bahasa Inggris di SMPN 1 Plumpang itu menyebut jika pembangunan kompleks gedung SR diprioritaskan menyelesaikan bangunan utama, yakni gedung ruang kelas siswa dan asrama.

‘’Kalau berdasarkan targetnya diperkirakan gedung ruang kelas dan asrama selesai Agustus 2026, untuk sarpras lainnya sepertinya akan menyusul,’’ ujarnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #balai latihan kerja #Sekolah Rakyat #siswa #peserta didik