RADARTUBAN – Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah viral di media sosial. Peristiwa menyayat hati tersebut diduga terjadi di SMP Sabilul Muhtadin, di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar, tampak seorang siswa mengenakan seragam pramuka lengkap dengan peci hitam menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah temannya.
Rekaman tersebut memperlihatkan korban berada di lorong sekolah dekat jendela dalam kondisi tersudut.
Awalnya, salah satu pelaku terlihat bergaya di depan kamera sebelum akhirnya melancarkan aksi kekerasan.
Baca Juga: Kisah Tragis Perundungan Siswa SMP Tangsel, Bermula Sejak MPLS Berujung Kursi Besi
Tak berselang lama, pelaku lain datang dan langsung melayangkan pukulan serta tendangan ke arah tubuh korban.
Korban yang tidak berdaya hanya bisa terduduk di lantai sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Ironisnya, aksi tersebut justru disertai tawa dan sorakan dari rekan-rekan pelaku yang berada di lokasi.
Viralnya video ini memicu kecaman dari warganet yang menilai lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah.
Banyak warganet langsung mengomentasi akun Instagram sekolah tersebut. Sebagian besar mereka mendesak agar Dinas Pendidikan dan aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu, namun baru viral dalam beberapa hari terakhir.
Plt Kepala Disdik Tuban Irma Putri Kartika mengatakan, pihaknya turut prihatin atas persitiwa tersebut. Dia memastikan korban sudah masih ditangani medis atas luka yang ditimbulkan dari perundungan tersebut.
Irma menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinsos P3A PMD Tuban untuk melakukan pendampingan terhadap korban oleh tenaga profesional.
"Kami sedang mengkaji untuk memberikan sanksi terhadap lembaga sekolah atas kejadian ini, sanksi dilakukan untuk menekankan bahwa lembaga sekolah harus serius menangani kasus bullying ini," tegas dia.
Irma menegaskan, Disdik akan melakukan pendampingan khusus untuk SMP Sabilul Muhtadin agar kasus serua tidak lagi terulang.
Baca Juga: Timothy Anugerah: Dari Korban Perundungan Universitas Udayana Bali yang Menjadi Teladan Penghormatan
"Semua pihak harus memastikan, tidak boleh lagi ada kasus perundungan yang terjadi," kata pejabat definitif Sekretaris BKPSDM Tuban.
Sementara itu, Satreskrim Polres Tuban telah bergerak melakukan penyelidikan guna mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian.
Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan, menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut merupakan kejadian nyata, bukan sekadar konten atau candaan.
“Video tendang-menendang yang melibatkan siswa dari salah satu SMP di wilayah Kecamatan Jenu dan saat ini sedang kami tangani,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman, termasuk mengidentifikasi para pelaku dan korban dalam video tersebut. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama