RADARTUBAN – Menjelang pembukaan pendaftaran murid baru tahun ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menyiapkan skema baru dalam jalur prestasi akademik.
Salah satunya, mengalokasikan enam persen kuota khusus bagi siswa yang mendaftar melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Tuban Irma Putri Kartika mengatakan, skema tersebut dirancang untuk memperluas akses siswa masuk ke sekolah tujuan melalui jalur prestasi. Tidak lagi semata bertumpu pada nilai rapor atau kejuaraan.
Irma menjelaskan, hasil TKA nantinya tidak hanya menampilkan capaian individu dalam bentuk angka. Lebih dari itu, juga memuat potret kemampuan literasi dan numerasi pada masing-masing satuan pendidikan.
Baca Juga: SPMB Jalur Domisili Berbeda dengan PPDB Zonasi: Jarak Tak Lagi Jadi Prioritas
‘’Hasilnya tidak hanya berupa angka untuk siswa, tapi juga mencakup capaian literasi dan numerasi bagi lembaga. Ini akan menjadi indikator kualitas pendidikan di masing-masing satuan," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Meski ada penambahan skema, jalur domisili tetap menjadi porsi terbesar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Disdik Tuban saat ini masih memfinalkan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan. ‘’Untuk juknis sudah ada, tapi masih proses. Insya Allah akhir April kami targetkan untuk sosialisasi kepada masyarakat," imbuh Irma.
Sekretaris BKPSDM Tuban tersebut menegaskan, kehadiran TKA juga menjadi bentuk pengakuan bahwa prestasi siswa tidak hanya diukur dari capaian akademik semata. Jalur nonakademik seperti olahraga dan organisasi tetap mendapat ruang.
Dalam TKA, penilaian difokuskan pada literasi dan numerasi. Skema ini memberi peluang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan pada bidang yang benar-benar dikuasai.
‘’Kepintaran tidak hanya berdasarkan pintar matematika saja. Anak yang jago bahasa Indonesia atau literasi lainnya juga patut diberikan apresiasi dan dihargai kemampuannya,” ujarnya.
Pelaksanaan PPDB tahun ini dirancang dalam dua tahap. Gelombang pertama dibuka untuk jalur afirmasi, prestasi akademik dan nonakademik, serta mutasi. Sementara gelombang kedua diperuntukkan bagi jalur domisili.
‘’PPDB SD akan dibuka pada bulan Mei, sedangkan jenjang SMP akan dibuka bulan Juni karena menunggu hasil TKA keluar,” lanjutnya.
Dalam rancangan juknis, total kuota jalur prestasi mencapai 35 persen. Rinciannya, 17 persen untuk prestasi akademik—terdiri dari 6 persen nilai rapor, 6 persen jalur TKA, dan 5 persen kejuaraan akademik.
Sementara 18 persen lainnya untuk prestasi nonakademik, meliputi 10 persen kejuaraan non-akademik, 2 persen pengalaman sebagai ketua kepanduan, dan 6 persen hafalan Alquran.
Adapun jalur domisili direncanakan paling sedikit 80 persen untuk jenjang SD dan 40 persen untuk jenjang SMP.
Baca Juga: Masih Sering Kekurangan Murid, Rombel Madrasah di Tuban Tak Ditambah Saat PPDB Tahun Ini
Irma mengimbau siswa mulai mengenali potensi diri sejak dini. Kehadiran TKA diharapkan menjadi pemacu motivasi tanpa menimbulkan tekanan berlebihan.
‘’Harapan saya, siswa tetap menggali kemampuan akademiknya, tapi juga di sisi lain mereka tetap bisa mengikuti dengan enjoy dan gembira,’’ kata dia.
Lebih lanjut Irma menyampaikan pentingnya siswa untuk berusaha, belajar yang baik, dan mempersiapkan diri. Tidak perlu sampai menekan anak secara berlebihan untuk mendapat nilai bagus. ‘’Jika tidak masuk ke jalur prestasi, masih ada kuota jalur domisili yang menampung,” imbuhnya. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama