RADARTUBAN - Pasca ambruknya teras bangunan di lantai dua SDN Kutorejo 3 Tuban, dinas pendidikan langsung menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk mengosongkan dua ruang kelas di lantai atas, yakni kelas kelas V dan VI.
Dan sebagai solusi, para siswa kelas atas tersebut diungsikan ke ruang kelas di lantai bawah.
‘’Prioritas utama kami adalah keselamatan siswa. Makanya, ruangan yang terdampak akan dikosongkan total dan kegiatan belajar mengajar dialihkan ke lantai bawah dengan sistem berbagi kelas,’’ ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Irma Putri Kartika saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban kemarin (4/6).
Namun, karena jumlah ruang kelas di lantai bawah terbatas, disdik bersama pihak sekolah merombak jadwal masuk sekolah menjadi pagi dan siang. Tujuannya, agar semua siswa tetap bisa menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Lebih lanjut, Irma mengatakan, langkah taktis itu diambil lantaran struktur bangunan di lantai dua diperkirakan sudah lapuk dan rawan ambruk susulan jika dipaksakan tetap digunakan.
‘’Begitu dapat laporan, tim disdik dan PUPR (dinas pekerjaan umum, red) langsung meluncur ke lokasi. Dan malam itu juga langsung dilakukan perbaikan awal oleh tukang profesional,’’ terang pejabat definitif Sekretaris BKPSDM Tuban itu.
Untuk perbaikan permanen dan secara keseluruhan, Irma sudah melaporkan insiden ini kepada bupati dan akan dianggarkan di perubahan APBD (P-APBD) 2026 nanti.
‘’Insyaallah secepatnya akan dianggarkan dan segera diperbaiki secara permanen,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, insiden robohnya atap teras fasilitas pendidikan SDN Kutorejo 3 terjadi pada Rabu (3/6) sekitar pukul 16.00. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian runtuhnya atap teras lantai dua tersebut.
‘’Terasnya itu tiba-tiba roboh begitu saja. Padahal, cuaca di sini tidak sedang hujan deras dan tidak ada angin kencang,” tutur Irfan kepada Jawa Pos Radar Tuban di lokasi kejadian kemarin.
Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan, sebenarnya, struktur bangunan yang ambruk tersebut telah lama rapuh, namun entah kenapa tidak kunjung diperbaiki. ‘’Jadi, atap teras itu sudah lama rapuh, tapi tak kunjung diperbaiki,’’ tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama