RADARTUBAN – Meski masih jauh dari harapan, hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMP se-Kabupaten Tuban dinyatakan aman.
Berdasarkan kalkulasi sementara yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, rata-rata nilai kumulatif para peserta TKA berada di kategori memadai, yakni 53,89.
‘’Meski nilainya sudah keluar, tapi pada sistem TKA belum bisa kami lihat data statistiknya. Selain itu, hasil nilai ujian susulannya juga belum keluar,’’ kata Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Disdik Tuban Siswo Suwarko.
Dia melanjutkan, belum adanya sajian data statistik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini membuat pihaknya terpaksa melakukan rekapitulasi sementara secara mandiri dan manual.
‘’Kalau membuka akun per satuan pendidikan, sebenarnya nilainya sudah bisa dilihat. Namun, untuk rata-rata utuh secara kecamatan dan kabupaten, kami harus menghitung secara manual. Dan proses ini cukup melelahkan dan rawan ada kesalahan input,” jelasnya.
Dari hitungan secara mandiri tersebut, rapor literasi dan numerasi di Kota Siwalan ini menunjukkan jarak yang cukup jauh.
Kemampuan literasi para pelajar SMP mencatatkan nilai rata-rata 65,70. Sebaliknya, kemampuan numerasi tampaknya masih harus ditingkatkan karena tertahan di rata-rata 42,70.
Kendati capaian antara literasi dan numerasi cukup berjarak, capaian siswa disebut cukup baik di tahun pertama pelaksanaan.
Tercatat, dari 10.394 peserta TKA jenjang SMP, terdapat 57 siswa yang mendapatkan nilai 100 pada soal literasi. Sedangkan, untuk numerasi, hanya terdapat dua siswa yang memperoleh nilai sempurna.
Untuk mendapatkan nilai rata-rata kedua bidang pelajaran tersebut, Siswo memaparkan, sebetulnya tidak bisa langsung merata-ratakan secara instan. Sebab, kementerian menerapkan bobot penilaian dan grade nilai yang berbeda-beda.
Pada soal numerasi, nilai 0-30 masuk dalam kategori kurang, kemudian dikatakan memadai saat nilai berada di angka 33-53, kategori baik berada di angka 56-93, dan nilai istimewa berada di angka 96-100. Sementara untuk soal literasi, kategori kurang berada di angka 0-46, kategori memadai berada di angka 50-73, kategori baik berada di angka 76-93, dan kategori istimewa berada di angka 96-100.
‘’Secara perhitungan manual kami, Kecamatan Tuban mendapatkan nilai rata-rata tertinggi pada kedua bidang pelajaran tersebut. Sedangkan Kecamatan Senori menjadi yang paling terbawah,” katanya.
Lebih jauh lagi, meski nilai resmi dari kementerian belum diterima pihaknya, Siswo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunggu apakah pelaksanaan di tahun ini memuaskan atau tidak untuk melakukan perbaikan.
Simulasi tambahan dan uji kebahasaan indonesia yang karakteristik soalnya di desain menyerupai TKA akan dilakukan. Begitu pula dengan perbaikan di materi-materi numerasi akan dilakukan secara berlanjut. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama