RADARTUBAN - Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026 sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan sekolah unggulan nonasrama tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh daerah.
“Tahun ini direncanakan kita membangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi dan sudah ada usulan sekolah dari 36 daerah yang telah kami seleksi,” ujar Abdul Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, dari target tersebut sebanyak lima sekolah akan mulai dibangun di balai-balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga: Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban Mundur dari Target Awal Desember 2025
Selain itu, satu sekolah direncanakan dibangun di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara sembilan sekolah lainnya akan dibangun di sejumlah daerah yang telah lolos proses seleksi.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan nasional.
Sekolah tersebut dirancang untuk menjangkau siswa-siswa berprestasi secara inklusif dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.
Pembangunan sekolah dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan sekolah baru dan revitalisasi sekolah yang telah ada.
Untuk pembangunan sekolah baru, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme pembangunan fasilitas oleh swasta, sementara operasional sekolah akan didukung pemerintah pusat.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan program revitalisasi sekolah kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, hingga 2025 pemerintah telah berhasil memperbaiki fasilitas di 16.167 satuan pendidikan sesuai target yang ditetapkan.
Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap total 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri atas 11.744 satuan pendidikan yang telah mendapatkan persetujuan anggaran sebesar Rp 14 triliun dari DPR RI, serta tambahan rencana revitalisasi untuk sekitar 60.000 satuan pendidikan lainnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni