RADARTUBAN – Seakan tidak cukup hanya bersaing dengan sekolah swasta.Kini, sekolah-sekolah negeri, khususnya SD, juga harus bersaing memperebutkan siswa dengan Sekolah Rakyat (SR).
Pasalnya, lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) itu telah menyiapkan tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 30 siswa.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban harus berupaya mengoptimalkan ketersediaan rombel di masing-masing SD.
Bahkan, setiap aparatur sipil negera (ASN) juga diinstruksikan untuk bersama-sama mencari murid agar tidak ada SD yang kekurangan murid.
Baca Juga: Kuota SD Sekolah Rakyat Tuban Belum Terpenuhi, Orang Tua Masih Ragu Sistem Asrama
Hingga beberapa sekolah berani memberikan seragam gratis di luar program pemerintah daerah demi mendapat murid.
Lantas, masih adakah sekolah yang kekurangan, atau bahkan tidak dapat murid? Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Disdik Tuban Mokhamad Nurdin memastikan, dari 541 SD se-Kabupaten Tuban, semuanya dipastikan mendapat murid.
‘’Alhamdulillah dapat murid semua,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Namun, apakah kuota rombel di setiap sekolah terpenuhi, atau ada sebagian sekolah yang jumlah siswa barunya hanya hitungan jari? Nurdin masih melakukan update.
‘’Data pastinya nanti akan ter-update,’’ ujarnya.
Yang jelas, tegas Nurdin, dengan didapatkannya murid baru di setiap sekolah jenjang SD, maka dapat dipastikan tidak akan ada kebijakan merger atau penggabungan sekolah lantaran tidak dapat murid. Bahkan, tegas dia, sekadar rencana pun tidak ada.
‘’Tidak (sekolah, red) yang di-merger (karena kekurangan atau tidak dapat murid, red),’’ tuturnya.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini, sejumlah SDN di Tuban kesulitan mendapatkan murid baru.
Meski demikian, dipastikan tidak ada kebijakan merger atau penggabungan sekolah. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama