Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jalur WPK SPMB SMP di Tuban Nyaris Penuh, SMPN 1 Jatirogo Sisakan Lima Kursi

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi SPMB SMP. (RADAR TUBAN)
Ilustrasi SPMB SMP. (RADAR TUBAN)

RADARTUBANPemanfaatan jalur Wilayah Penerimaan Khusus (WPK) pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Tuban belum sepenuhnya terserap optimal. Dari sejumlah sekolah yang ditunjuk sebagai penyelenggara, hampir seluruh kuota telah terisi. Namun, masih terdapat satu sekolah yang menyisakan lima kursi kosong.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tuban Irma Putri Kartika mengatakan, kuota jalur WPK yang dialokasikan sebanyak satu rombongan belajar (rombel) di masing-masing sekolah pada umumnya telah terpenuhi. Hanya SMPN 1 Jatirogo yang belum mencapai batas pagu.

Menurut dia, sisa kursi tersebut tidak akan dibiarkan kosong. Sesuai ketentuan SPMB 2026, kekurangan kuota pada jalur WPK secara otomatis akan dialihkan ke jalur domisili reguler.

Baca Juga: SPMB SD Tuban 2026 Full Online, Disdik Pastikan Tutup Celah Kecurangan

Berdasarkan data yang dihimpun, kuota satu rombel jalur WPK di SMPN 1 Jatirogo sebanyak 32 kursi. Hingga penutupan pendaftaran SPMB gelombang I pada 8 Juni lalu, jumlah pendaftar yang diterima baru mencapai 27 siswa. Selain SMPN 1 Jatirogo, sekolah yang mendapat alokasi jalur WPK, antara lain, SMPN 1 Rengel dan SMPN 1 Palang.

Irma menjelaskan, jalur WPK disiapkan untuk memberikan akses pendidikan kepada calon peserta didik yang berasal dari daerah pelosok dengan kondisi geografis yang relatif jauh atau sulit dijangkau dari satuan pendidikan terdekat.

“Jalur WPK ini ada untuk memfasilitasi calon murid yang berasal dari daerah pelosok yang relatif jauh dan atau tidak mudah dijangkau, serta memiliki karakteristik jauh dari jangkauan satuan pendidikan manapun,” katanya.

Selain WPK, SPMB tahun ini juga menghadirkan skema baru berupa Kelas Khusus Olahraga (KKO). Program tersebut dibuka di SMPN 2 Tuban dan SMPN 2 Soko dengan mekanisme seleksi melalui uji potensi bakat olahraga.

Irma menyebutkan, hingga saat ini terdapat sembilan calon murid yang dinyatakan lolos uji potensi di SMPN 2 Tuban dan delapan calon murid di SMPN 2 Soko.

“Dalam jalur KKO ini, sudah ada sembilan calon murid yang lolos uji potensi di SMPN 2 Tuban. Lalu sebanyak delapan calon murid yang lolos uji potensi di SMPN 2 Soko,” ujarnya.

Dia menambahkan, setiap sekolah akan membuka satu kelas KKO sesuai batas maksimal yang ditetapkan. Sisa kuota akan diisi peserta didik reguler yang lolos seleksi atau tes potensi yang diselenggarakan sekolah.

Skema tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi siswa berbakat di bidang olahraga untuk mengembangkan prestasi.

Sementara itu, hingga penutupan pendaftaran gelombang I, jumlah siswa yang telah diterima pada jenjang SMP mencapai 2.804 orang. Saat ini proses SPMB memasuki tahap pengumuman gelombang II tahap A yang diikuti daftar ulang pada 23-24 Juni. Tahap berikutnya, yakni pendaftaran gelombang II tahap B, dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Juni.

“Tahun ini kami menyediakan kuota 12.915 siswa untuk jenjang SMP yang tersebar di 52 SMP negeri dan 50 SMP swasta,” kata Irma.

Meski masih menyisakan sejumlah kursi pada jalur khusus, Dinas Pendidikan Tuban memastikan seluruh kuota yang tersedia akan dioptimalkan melalui mekanisme pengalihan ke jalur reguler agar daya tampung sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #spmb #smp #dinas pendidikan