Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Potret MPLS Hari Pertama di Tuban: SMK Tanamkan Antikorupsi, SD Fokus Kegembiraan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB
Sekolah memberikan materi MPLS kepada siswa baru SMKN 1 Tuban di hari pertama tahun ajaran baru kemarin (13/7).  (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)
Sekolah memberikan materi MPLS kepada siswa baru SMKN 1 Tuban di hari pertama tahun ajaran baru kemarin (13/7). (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Semangat membantu peserta didik baru beradaptasi terasa pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Tuban kemarin (13/7).

Pendekatan yang ditempuh masing-masing Lembaga pendidikan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan mereka.

Di jenjang sekolah menengah kejuruan, penguatan karakter diwujudkan melalui pendidikan antikorupsi. Sementara di sekolah dasar, perhatian justru diarahkan pada upaya membangun rasa aman, nyaman, dan gembira agar anak siap memasuki lingkungan belajar yang baru.

Di SMKN 1 Tuban, misalnya, penanaman nilai integritas sudah dimulai sejak hari pertama MPLS, kemarin (13/7). Jika tahun sebelumnya sekolah mengangkat tema pencegahan perundungan, kali ini pendidikan antikorupsi menjadi fokus utama.

Baca Juga: Kisah Tragis Perundungan Siswa SMP Tangsel, Bermula Sejak MPLS Berujung Kursi Besi

"Tema ini selaras dengan arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mendorong pembentukan satuan pendidikan berintegritas," ujar Ketua Pelaksana MPLS SMKN 1 Tuban Firdaus Dias.

Menurut dia, nilai antikorupsi tidak diajarkan sebatas konsep, namun diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kedisiplinan, ketepatan waktu, hingga kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Kampanye tersebut juga diperkuat melalui berbagai media digital, termasuk media sosial sekolah.

"Anak-anak itu kami tekankan terkait dengan ketertiban dan kedisiplinan, sehingga nantinya akan membentuk karakter yang bertanggung jawab dan juga jujur dalam diri anak. Dari sekecil apapun itu kami tanamkan kedua prinsip itu dalam karakter peserta didik kami," kata Firdaus.

Meski mengusung tema antikorupsi, sekolah tetap mempertahankan komitmen terhadap gerakan antiperundungan. Edukasi mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah terus disampaikan secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan upacara.

"Dalam MPLS ini kami harus menerapkan ketegasan, bukan kekerasan. Seluruh rangkaian materi dan kegiatan juga telah kami sesuaikan dengan aturan Permendikdasmen Nomor 12 tentang MPLS Ramah," ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan MPLS di jenjang sekolah dasar mengedepankan pendekatan yang berbeda. Mengacu pada regulasi yang sama, orientasi bagi siswa baru SD lebih diarahkan untuk membantu anak beradaptasi secara emosional dengan lingkungan sekolah.

Peserta didik baru kelas 1 SDN Latsari mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kemarin (13/7). (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/RADAR TUBAN)
Peserta didik baru kelas 1 SDN Latsari mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kemarin (13/7). (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/RADAR TUBAN)

Kepala SDN Latsari, Kasmulik mengatakan, peserta didik usia sekolah dasar belum dapat menerima materi orientasi secara padat seperti di jenjang SMP maupun SMA. Karena itu, sekolah lebih memprioritaskan pengalaman belajar yang menyenangkan pada hari-hari pertama.

"Selama lima hari pelaksanaan MPLS ini, kami fokus membangun kemandirian, keberanian, serta hubungan sosial antara anak dengan teman dan gurunya lewat aktivitas yang menyenangkan," katanya.

Menurut Kasmulik, proses adaptasi tidak berhenti setelah MPLS usai. Sekolah masih memberikan pendampingan agar anak benar-benar merasa nyaman berada di lingkungan belajar sebelum memasuki pembelajaran formal secara penuh.

Baca Juga: Usai MPLS, Siswa Sekolah Rakyat Tuban Jalani Matrikulasi 3 Bulan: Tes DNA Bakat hingga Penguatan Mental

"Di hari pertama masuk sekolah jenjang SD ini anak harus senang dan nyaman lebih dulu. Sehingga, pada hari-hari sekolah kedepannya, anak tidak lagi rewel," pungkasnya.

Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa MPLS tidak lagi dipahami sekadar sebagai kegiatan pengenalan sekolah.

Di setiap jenjang pendidikan, orientasi kini dirancang sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik, mulai dari membangun rasa aman pada anak usia dini hingga menanamkan nilai integritas sebagai bekal memasuki kehidupan bermasyarakat.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
dinas pendidikan sd mpls