RADARTUBAN – Upaya pencegahan human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan maupun aparat penegak hukum. Keterlibatan remaja sebagai agen perubahan dinilai menjadi salah satu kunci membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari perilaku berisiko.
Atas dasar itu, dosen dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban, Poltekkes Kemenkes Surabaya, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Upaya Preventif Pencegahan HIV/AIDS dan Penyalahgunaan Napza melalui Pemberdayaan Kader Remaja di HRP Ocean, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Kegiatan tersebut berlangsung pada 19–21 Juni 2026.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kepedulian remaja terhadap bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza. Melalui pembentukan kader remaja, peserta diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus penyebar informasi kesehatan di lingkungan sekitarnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak. Poltekkes Kemenkes Surabaya menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban dan Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Tuban sebagai narasumber.
Materi yang diberikan tidak hanya membahas dampak penyalahgunaan Napza dan risiko penularan HIV/AIDS, namun juga menguatkan kemampuan remaja dalam mengedukasi teman sebaya serta membangun pola hidup sehat.
Peserta kegiatan merupakan anggota Karang Taruna Kelurahan Panyuran. Selama tiga hari mereka mengikuti penyuluhan, diskusi, dan pembekalan sebagai kader remaja.
Pendekatan tersebut dipilih karena edukasi dari teman sebaya dinilai lebih mudah diterima oleh kalangan remaja, sehingga pesan-pesan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.
Kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai unsur di tingkat kelurahan. Hadir pada acara tersebut, Lurah Panyuran, ketua Karang Taruna, bidan desa, babinsa, serta bhabinkamtibmas. Kehadiran berbagai elemen tersebut sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam memperkuat upaya pencegahan sejak dini terhadap persoalan kesehatan maupun penyalahgunaan narkoba.
Tiga dosen Poltekkes Kemenkes Surabaya Kampus Tuban penggagas kegiatan tersebut, Wahyuningsih Triana Nugraheni, S.Kep.Ns.M.Kes, Wahyu Tri Ningsih, S.Kep.Ns.M.Kep, dan Roudlotul Jannah,S.Kep.Ns.M.Kep berharap pengabdian kepada masyarakat tersebut membentuk kader remaja yang berperan aktif sebagai penggerak edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.
‘’Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu menumbuhkan kesadaran di kalangan teman sebaya untuk menjauhi penyalahgunaan Napza, namun juga menghindari perilaku berisiko, serta bersama-sama mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari HIV/AIDS maupun penyalahgunaan narkoba,’’ ujar Wahyuningsih Triana Nugraheni yang diamini dua dosen koleganya itu.(ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban